AHWA Titip Pesan Tegas: Rais Aam KH Miftachul Akhyar Diminta Rangkul Semua Potensi NU, Rawat Organisasi Bersama

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Senin, 31 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Selain persoalan dakwah dan kerukunan, penguatan ekonomi umat menjadi perhatian yang tidak kalah penting.

Anwar Abbas menyebut Kiai Miftach memiliki perhatian besar terhadap kondisi ekonomi umat yang secara makro masih menghadapi berbagai persoalan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi menjadi salah satu fondasi penting agar umat memiliki daya tawar dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

"Karena menurut sang kiai, jika umat tidak bisa memperkuat dirinya dalam bidang ekonomi dan bisnis maka kita umat Islam akan terpuruk sehingga kita tidak akan bisa menghambat dan mencegah terjadinya kemunduran umat," papar Anwar.

Perhatian tersebut juga telah disampaikan KH Miftachul Akhyar dalam Khutbah Iftitah pada pembukaan Muktamar Ke-35 NU.

Penguatan ekonomi umat dipandang tidak semata-mata berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kemampuan umat dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar secara lebih kuat dan mandiri.

Karena itu, pemerintah juga didorong untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu landasan pembangunan nasional.

Ucapan Selamat dan Harapan Besar

Terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031 mendapat respons positif dari sejumlah tokoh.

Anwar Abbas turut menyampaikan ucapan selamat atas kembali dipercayakannya kepemimpinan tertinggi Syuriah PBNU kepada Kiai Miftach.

"Sebagai sesama tokoh bangsa, saya mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar, sosok tepat di saat bangsa butuh keteladanan dan moderasi dari pemimpin agama," ujar Anwar Abbas, Senin, 31 Agustus 2026.

Dukungan juga datang dari para kiai dan tokoh NU di berbagai daerah. Mereka berharap kepemimpinan Kiai Miftach dapat terus mengedepankan pendekatan kultural, kebijaksanaan, serta kemampuan meredam berbagai perbedaan di internal organisasi.

Amanat AHWA agar Rais Aam terpilih merangkul seluruh potensi NU dinilai menjadi pesan strategis. Sebab, kekuatan NU tidak hanya berada pada struktur organisasi, tetapi juga pada jaringan ulama, pesantren, badan otonom, lembaga, kader, serta seluruh warga Nahdliyin.

Kini, tantangan kepemimpinan periode kedua KH Miftachul Akhyar bukan sekadar melanjutkan roda organisasi. Lebih jauh, ada harapan besar agar seluruh kekuatan tersebut dapat dirangkul dan digerakkan bersama untuk memperkuat NU, menjaga persatuan umat, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X