Maulid Nabi SMPN 4 Sindang: Menanamkan Akhlak di Tengah Banjir Informasi Digital

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU — Ketika teknologi berkembang begitu cepat dan dunia digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak, tantangan pendidikan tidak lagi sebatas bagaimana membuat siswa pintar membaca, menghitung dan meraih prestasi. Tantangan yang jauh lebih besar adalah bagaimana memastikan kecerdasan itu tetap berjalan bersama akhlak.

Persoalan itulah yang coba dijawab UPTD SMPN 4 Sindang Kabupaten Indramayu melalui Berkah Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu, 26 Agustus 2026, bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1448 H.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW di Era Digital, Mewujudkan Generasi Muda yang Cerdas, Bijak dan Berkarakter”, kegiatan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai agenda keagamaan tahunan. Lebih jauh, Maulid menjadi ruang refleksi tentang arah pendidikan generasi muda di tengah derasnya arus informasi, media sosial dan perkembangan teknologi.

Hari ini, seorang anak dapat memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia hanya melalui layar telepon genggam. Namun, kemampuan mendapatkan informasi tidak otomatis membuat seseorang mampu memilah mana yang benar, mana yang salah, mana yang pantas dibagikan dan mana yang seharusnya dihentikan.

Di sinilah nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi semakin relevan. Kejujuran, amanah, kesantunan, kesabaran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama bukan nilai masa lalu, melainkan fondasi yang justru semakin dibutuhkan di zaman digital.

Kepala UPTD SMPN 4 Sindang, Ana Rohdiana, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah tidak ingin pendidikan berhenti pada pencapaian akademik semata. Menurutnya, keberhasilan pendidikan harus tercermin dari perilaku dan karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak kita harus cerdas, tetapi kecerdasan itu harus memiliki arah. Mereka harus mampu menggunakan teknologi tanpa kehilangan adab, mampu berkomunikasi tanpa menyakiti, serta mampu menerima informasi tanpa mudah terprovokasi,” ujar Ana.

Menurutnya, dunia digital memberikan peluang luar biasa bagi generasi muda untuk belajar dan berkembang. Namun, ruang yang sama juga membawa tantangan berupa informasi palsu, ujaran kebencian, perundungan digital, budaya pamer hingga kebiasaan menyebarkan sesuatu tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Karena itu, pendidikan karakter tidak bisa hanya diberikan melalui nasihat. Karakter harus dibangun melalui keteladanan, kebiasaan dan lingkungan pendidikan yang konsisten.

“Ketika anak-anak berada di sekolah, kami ingin mereka belajar bukan hanya tentang pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana menghormati guru, menghargai teman, bertanggung jawab dan menjaga ucapan. Nilai-nilai itu harus mereka bawa ketika berada di luar sekolah, termasuk ketika mereka berada di dunia digital,” tegasnya.

Berkah Maulid Nabi tersebut menghadirkan Khoirunnisa, S.H. sebagai penceramah. Sementara itu, penampilan Rabbani Gokil turut memberikan warna tersendiri agar pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan dalam suasana yang dekat dengan dunia generasi muda.

Ana berharap momentum tersebut mampu menggugah siswa untuk memahami bahwa mengikuti Rasulullah SAW bukan sekadar mengenal sejarah kehidupan beliau, tetapi berusaha menerapkan akhlaknya dalam setiap tindakan.

Jujur ketika tidak ada yang mengawasi. Santun ketika berbeda pendapat. Bijak ketika memegang informasi. Bertanggung jawab ketika menggunakan media sosial. Dan tetap menghargai sesama meskipun berada di balik layar.

Itulah tantangan besar generasi digital hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X