Babadan Festival Vol. 5 #2026: Bukan Sekadar Pesta, Budaya dan Identitas Babadan Digelorakan

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:33 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Babadan, Kabupaten Indramayu, bakal dikemas berbeda. Pemerintah Desa Babadan menyiapkan Babadan Festival Vol. 5 #2026, sebuah gelaran yang tidak sekadar menawarkan kemeriahan, tetapi membawa pesan kuat tentang budaya, identitas, kreativitas, kepemudaan, dan kebanggaan terhadap desa.

Mengusung tema “Budaya Kita, Identitas Kita, Babadan Kita!”, festival ini menjadi penegasan bahwa kemajuan desa tidak harus dibayar dengan hilangnya akar budaya. Justru di tengah perubahan zaman, masyarakat Babadan didorong untuk tetap berdiri tegak dengan identitas dan kearifan lokalnya.

Kuwu Desa Babadan mengatakan, Babadan Festival bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa budaya dan identitas desa harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Babadan Festival bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa budaya dan identitas desa harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya sendiri,” ujar Kuwu Desa Babadan.

Gelaran tersebut akan berlangsung Senin, 17 Agustus 2026, mulai pukul 19.20 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan Balai Desa Babadan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk menyuguhkan malam kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan.

Mulai dari pentas seni, games, reward hadiah, sosialisasi kepemudaan hingga UMKM, seluruh rangkaian dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam kemeriahan festival.

Kuwu Sugeng Sari Kuswanto, S.H., menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dirawat agar momentum kemerdekaan mampu menjadi energi positif untuk membangun desa.

«“Kami mengajak seluruh masyarakat Babadan untuk hadir dan ikut menjadi bagian dari festival ini. Mari kita jadikan momentum kemerdekaan sebagai energi untuk memperkuat persatuan, menghidupkan UMKM, memberi ruang bagi kreativitas pemuda, sekaligus menjaga budaya sebagai jati diri Babadan,” tegasnya.»

Pesan “Merdeka Budaya, Bangga Babadan” pun menjadi salah satu roh utama festival. Budaya tidak ditempatkan sekadar sebagai pelengkap acara, melainkan sebagai bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Babadan Festival juga menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas. Energi pemuda diharapkan dapat diarahkan menjadi kekuatan sosial yang positif, sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Desa Babadan.

Di sisi lain, keterlibatan UMKM menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan juga dapat membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Produk dan kreativitas warga diberi kesempatan untuk tampil, dikenal, sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian desa.

Festival ini pada akhirnya bukan hanya soal panggung, permainan atau hadiah. Ada pesan yang jauh lebih besar: desa yang maju adalah desa yang berani menjaga budayanya, menghargai kreativitas warganya, dan tidak kehilangan jati dirinya.

Kuwu Desa Babadan kembali menegaskan bahwa menjaga budaya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diajak tidak hanya hadir untuk meramaikan, tetapi ikut menjaga semangat dan nilai yang dibawa dalam festival.

«“Kalau bukan kita yang menjaga budaya dan identitas Babadan, lalu siapa? Karena itu, semangatnya jelas: merdeka budayanya, bangga desanya, dan bersama-sama kita dorong Babadan semakin maju,” pungkasnya.»

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X