Tangisan Balita Pecah! Jempol Anak 1,5 Tahun Nyangkut di Lubang Spion Motor, Damkar Turun Tangan

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – Tangisan seorang balita berusia sekitar 1,5 tahun mendadak membuat panik keluarga setelah jempol tangannya tersangkut di lubang spion sepeda motor.

Kondisi tersebut membuat keluarga kesulitan melepaskan jempol mungil sang anak. Khawatir terjadi luka atau cedera apabila dipaksakan, keluarga kemudian meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi. Meski bukan insiden kebakaran, petugas tetap sigap memberikan pertolongan karena situasi tersebut membutuhkan penanganan cepat dan hati-hati.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jempol sang balita. Proses evakuasi dilakukan secara perlahan menggunakan peralatan yang diperlukan agar jari anak tidak mengalami cedera lebih serius.

Tangisan sang balita mengiringi proses evakuasi. Di tengah kepanikan keluarga, petugas tetap tenang dan fokus berupaya melepaskan jempol anak dari lubang spion.

Setelah melalui proses penanganan dengan penuh kehati-hatian, jempol balita akhirnya berhasil dikeluarkan. Keluarga pun menghela napas lega setelah melihat sang anak terbebas dari kondisi tersebut.

Kabid Damkar Kabupaten Indramayu mengatakan, keselamatan anak menjadi prioritas utama petugas dalam melakukan proses evakuasi.

“Petugas kami berupaya memberikan pertolongan dengan cepat dan hati-hati, karena yang kami hadapi adalah anak usia 1,5 tahun. Keselamatan dan kondisi anak menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak panik dan tidak memaksakan sendiri ketika anak mengalami kejadian serupa.

“Kalau mengalami kejadian seperti ini, jangan panik dan jangan dipaksakan untuk menarik anggota tubuh yang terjepit. Segera minta bantuan petugas agar dapat ditangani dengan peralatan dan cara yang tepat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Damkar di tengah masyarakat bukan hanya sebatas memadamkan kebakaran. Petugas juga memiliki peran dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan proses penyelamatan dan evakuasi.

“Damkar selalu berupaya hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi kami, membantu masyarakat dalam kondisi darurat adalah bagian dari tugas dan pengabdian,” tegasnya.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak usia dini. Rasa ingin tahu balita terhadap benda-benda di sekitarnya terkadang dapat berujung pada kejadian yang tidak terduga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X