Di tengah proses pergantian kepemimpinan tersebut, Daniel justru memberikan pesan yang cukup tegas. Menurutnya, tantangan terbesar Pemuda Pancasila bukan sekadar mempertahankan struktur dan jumlah anggota, tetapi memperbaiki citra organisasi di mata publik.
“Harapannya yang pasti, ke depan Pemuda Pancasila harus memperbaiki image, karena semua orang sekarang bisa menilai, bisa melihat secara langsung,” ujar Daniel.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting. Sebab, organisasi dengan ribuan anggota tidak cukup hanya menunjukkan besarnya massa. Pemuda Pancasila dituntut membuktikan eksistensinya melalui perilaku, kegiatan positif, dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harus betul-betul memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat, bisa berbuat secara benar dan baik di tengah-tengah masyarakat dan kita bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat,” tegasnya.
Daniel juga berpesan kepada ketua baru agar tidak membiarkan pergantian kepemimpinan mengganggu soliditas internal organisasi.
“Jagalah terus, kompakkan soliditas, terus berbuat memberikan manfaat kepada masyarakat,” pesannya.
Kini, setelah 19 tahun kepemimpinan Daniel Mutaqien, tongkat estafet MPC Pemuda Pancasila Indramayu memasuki babak baru.
10 ribu anggota adalah kekuatan. Tetapi citra, soliditas dan manfaat nyata bagi masyarakat adalah ukuran sesungguhnya.
Ketua baru nantinya tidak hanya dituntut mampu memimpin organisasi, tetapi juga menjawab ekspektasi publik: menjadikan Pemuda Pancasila semakin dekat dengan masyarakat, semakin produktif, dan semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Indramayu.
Muscablub pun menjadi awal dari tantangan tersebut. Sebab mempertahankan Indramayu sebagai basis Pemuda Pancasila bukan hanya soal seberapa besar jumlah anggotanya, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.