SAMPANG, Gertak.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, Dapur SPPG Trunojoyo yang berada di Jalan Trunojoyo menjadi sorotan setelah muncul dugaan berulang terkait makanan yang dinilai kurang layak sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan dugaan persoalan tersebut tidak hanya terjadi satu kali. Dalam sepekan terakhir, muncul beberapa laporan yang memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pengawasan serta proses pemeriksaan makanan sebelum disalurkan ke sekolah.
Pada Kamis, 23 Juli 2026, redaksi menerima dokumentasi dari sumber internal berupa foto buah yang diduga telah membusuk. Buah tersebut tampak mengalami perubahan warna dan kondisi fisik sehingga dinilai tidak layak dikonsumsi.
Selang sepekan kemudian, tepatnya Kamis, 30 Juli 2026, sumber yang sama kembali mengirimkan dokumentasi berupa telur yang masih terlihat kotor serta lontong yang diduga belum matang sempurna sebelum dibagikan kepada peserta didik penerima Program MBG.
Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian serupa disebut telah terjadi lebih dari sekali di Dapur SPPG Trunojoyo. Kondisi tersebut memicu sorotan terhadap sistem pengendalian mutu makanan yang semestinya dilakukan sebelum proses distribusi.
Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Trunojoyo, Umar Syaid, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.
Dalam percakapan grup WhatsApp internal yang diterima redaksi, Umar Syaid menjelaskan mekanisme penanganan apabila ditemukan buah yang rusak.
"Dari awal sudah dikasih arahan kalau ada yang busuk lapor ke kader, nanti kader yang menghitung jumlah total buah yang busuk dan akan diganti yang baru," tulis Umar Syaid.
Meski demikian, publik mempertanyakan mengapa makanan maupun buah yang diduga tidak layak masih dapat lolos hingga tahap pendistribusian, padahal pemeriksaan kualitas seharusnya dilakukan sebelum makanan dikirim ke sekolah.
Sorotan semakin menguat karena lokasi Dapur SPPG Trunojoyo berada di kawasan yang berdekatan dengan rumah dinas Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Sampang. Kedekatan lokasi tersebut memunculkan harapan agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal.
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, mengatakan pengawasan menu makanan dilakukan bersama Dinas Kesehatan. Namun, menurutnya, proses tindak lanjut terkendala karena pelapor tidak bersedia mengungkap identitasnya.
"Untuk menu yang monitoring Dinkes. Nah kendala kita itu pelapor tidak mau dibuka identitasnya dan tidak berani, jadi kita kebingungan entah B3 atau sekolah," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.