Dedi Mulyadi Desak Polisi Ungkap Kasus Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, CCTV Minim Jadi Kendala

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Selasa, 28 Juli 2026 | 17:35 WIB

Gertak.id | PURWAKARTA – Kasus tewasnya Sumarna (41), seorang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur yang ditemukan dalam kondisi kedua tangan terborgol, mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku di balik kematian yang menghebohkan tersebut.

Dalam dialog yang diunggah melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026), Dedi menerima laporan langsung dari jajaran Polres Purwakarta mengenai perkembangan penyelidikan. Polisi menyebut hingga kini sedikitnya 15 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.

Penyidik juga terus mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas di luar kawasan Waduk Jatiluhur. Sejumlah kemungkinan motif, baik yang berkaitan dengan persoalan pribadi maupun lingkungan korban, masih terus didalami.

"CCTV di luar sekitaran waduk sudah kami amankan. Kemudian ada hipotesa-hipotesa atau kemungkinan berkaitan dengan korban seperti masalah pribadi atau keluarga sudah kami dalami," ujar perwakilan Polres Purwakarta.

Namun, proses penyelidikan diakui menghadapi kendala besar karena minimnya kamera pengawas di area dalam Waduk Jatiluhur. Polisi menyatakan tidak menemukan CCTV di lokasi utama yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut sehingga harus menelusuri rekaman dari kawasan luar hingga jalan raya.

"Itu kendala kami, karena di seputaran tidak ditemukan CCTV. Namun, kami mencari CCTV di luar, di jalan raya," lanjut pihak kepolisian.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menilai minimnya sistem pengawasan di kawasan Waduk Jatiluhur merupakan kelemahan serius. Menurutnya, sebagai objek vital yang berperan penting menjaga pasokan air bagi wilayah Bekasi, Karawang hingga Jakarta, kawasan tersebut seharusnya dilengkapi sistem keamanan modern.

"Ini titik lemah PJT II. Ini bendungan yang menjamin keselamatan warga di Bekasi, Karawang sampai Jakarta. Masa objek vital enggak ada CCTV-nya? Bahkan harus ada command center biar ada yang mengawasi 24 jam," tegas Dedi.

Selain menyoroti minimnya CCTV, Dedi juga menyinggung kondisi penerangan di kawasan waduk yang dinilai masih kurang memadai. Ia berharap fasilitas keamanan segera dibenahi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga meminta kepastian kepada jajaran Polres Purwakarta mengenai peluang pengungkapan kasus tersebut. Polisi menegaskan tetap optimistis dapat mengungkap pelaku meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik sejak jasad Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam satpam dengan kedua tangan dalam keadaan terborgol. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan forensik sembari terus mendalami seluruh alat bukti, memeriksa para saksi, dan menelusuri rekaman CCTV yang berhasil diamankan guna mengungkap penyebab kematian serta pihak yang bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X