Gertak.id | INDRAMAYU – Dinamika dan tantangan yang terus berkembang di dunia jurnalistik mendorong para pimpinan organisasi wartawan di Kabupaten Indramayu untuk mempererat kebersamaan. Sebagai wujud komitmen tersebut, sebanyak 16 ketua organisasi wartawan sepakat membentuk Forum Ketua Organisasi Wartawan Indramayu (FKOWI) dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat FKOWI, Jalan Siapem 3, Komplek Madani Residence, Kecamatan Indramayu, Sabtu (25/7/2026).
Pembentukan forum ini bukan sekadar menambah organisasi baru, melainkan menjadi wadah komunikasi lintas organisasi wartawan yang diharapkan mampu memperkuat silaturahmi, membangun kesepahaman, serta menyatukan langkah dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi insan pers di Kabupaten Indramayu.
Melalui musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, para peserta secara mufakat menetapkan Erwanto dari Forum Media Cetak Indramayu (FMCI) sebagai Ketua FKOWI. Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Raskhana S. Depari dari Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia (AJII), sedangkan Bendahara dijabat Mutadi dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI).
Ketua FKOWI, Erwanto, menjelaskan bahwa forum tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin renggangnya komunikasi antarpimpinan organisasi wartawan. Menurutnya, di tengah perubahan besar industri media, organisasi wartawan justru membutuhkan ruang dialog yang lebih intens agar mampu menghadapi tantangan secara bersama-sama.
"Selama ini hubungan antarketua organisasi belum terbangun secara maksimal. Padahal tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik semakin berat. Karena itu kami sepakat membangun forum ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus tempat bertukar pikiran dan mencari solusi bersama," ujarnya.
Erwanto mengungkapkan, salah satu persoalan yang kini dirasakan media, khususnya media cetak, adalah semakin berkurangnya sumber pendapatan operasional. Ia mencontohkan kebijakan penghentian langganan surat kabar oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Indramayu sejak tahun 2026 yang dinilai berdampak terhadap keberlangsungan sejumlah perusahaan pers.
"Sejak tahun 2026 seluruh SKPD Pemerintah Kabupaten Indramayu berhenti berlangganan koran. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi media cetak karena biaya produksi dan operasional selama ini banyak ditopang dari pelanggan institusi," kata Erwanto.
Meski demikian, ia menegaskan FKOWI tidak dibentuk sebagai wadah untuk menyampaikan tuntutan semata, melainkan sebagai forum komunikasi yang mampu menghadirkan solusi melalui dialog dengan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberlangsungan pers yang sehat membutuhkan kolaborasi antara perusahaan media, organisasi profesi, pemerintah, dan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 16 pimpinan organisasi wartawan, yakni Forum Media Cetak Indramayu (FMCI), Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia (AJII), Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI), Persatuan Jurnalis Siber (PJS), Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI), Himpunan Insan Pers Indonesia (HIPSI), Asosiasi Jurnalis Internasional Bersatu (AJIB), Persatuan Wartawan Republik Indonesia Jaya (PWRI Jaya), Sekretaris Bersama (SEKBER), Asosiasi Wartawan Indonesia (AWI), Komunitas Jurnalis Pantura Indramayu (KJPI), Forum Wartawan Indramayu Timur (FORWIT), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Jurnalis Indramayu Barat (PJIB), Wartawan Online Indonesia (IWOI), serta Jurnalis Online Indonesia (JOIN).
Sementara itu, Sekretaris FKOWI, Raskhana S. Depari, mengatakan kehadiran forum tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung antara organisasi wartawan dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Indramayu. Menurutnya, komunikasi yang baik akan memudahkan koordinasi dalam berbagai program yang berkaitan dengan dunia pers.
Ia juga menilai FKOWI dapat menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antarorganisasi, memperkuat profesionalisme wartawan, serta menjaga hubungan yang harmonis antara insan pers dengan pemerintah, lembaga swasta, maupun masyarakat, tanpa mengurangi independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
"FKOWI diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara organisasi wartawan dan para stakeholder. Dengan komunikasi yang baik, berbagai program yang melibatkan insan pers dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi," ujar Raskhana.
Senada dengan itu, Bendahara FKOWI, Mutadi, berharap forum tersebut menjadi awal lahirnya semangat kebersamaan baru di kalangan organisasi wartawan Indramayu. Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan solidaritas seluruh elemen pers.
Ia berharap FKOWI mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh pimpinan organisasi wartawan untuk saling menguatkan, menjaga marwah profesi, meningkatkan kompetensi insan pers, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.