Gertak.id | INDRAMAYU – Hamparan sawah yang menguning bukan hanya menjadi pertanda musim panen telah tiba, tetapi juga membawa harapan bagi banyak keluarga di Desa Babadan. Melalui program Babadan Berzakat, hasil jerih payah para petani kembali diwujudkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama melalui penyaluran zakat pertanian Tahun 2026.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa keberhasilan panen tidak hanya diukur dari banyaknya gabah yang dihasilkan, melainkan juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Di balik setiap butir padi, tersimpan nilai keikhlasan, rasa syukur, dan semangat berbagi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Penyaluran zakat pertanian dilaksanakan kepada warga yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat Islam. Program ini menjadi pengingat bahwa rezeki yang diperoleh para petani juga mengandung hak bagi mereka yang membutuhkan.
Kuwu Desa Babadan Sugeng mengatakan, program Babadan Berzakat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan budaya sosial yang terus dipelihara sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat hasil bumi yang diberikan Allah SWT.
"Kami ingin hasil panen yang diperoleh para petani tidak hanya membawa keberkahan bagi keluarga mereka, tetapi juga menjadi kebahagiaan bagi warga lain yang membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang ingin terus kami hidupkan di Desa Babadan," ujarnya.
Menurutnya, zakat pertanian memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kewajiban. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Masyarakat pun menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap tradisi zakat pertanian terus dilestarikan sebagai warisan nilai-nilai luhur yang mampu mempererat hubungan antarsesama serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga.
Melalui Babadan Berzakat 2026, Pemerintah Desa Babadan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan rasa syukur, memperkuat solidaritas sosial, dan menjadikan hasil panen sebagai sumber keberkahan yang tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, sawah-sawah yang membentang di Desa Babadan tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, dan harapan bagi banyak orang.