Rayakan Ruwat Dusun, Ratusan Warga Mendelem Pemalang Gelar Kirab Tumpeng dan Wayang Kulit

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Senin, 6 Juli 2026 | 09:24 WIB

Pemalang, Gertak.id– Ratusan warga memadati Lapangan Voli Dusun Karanganyar, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (5/7/2026). Kehadiran masyarakat ini dalam rangka merayakan tradisi Ruwat Dusun, sebuah ritual adat tahunan yang digelar untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh warga desa.

Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh jajaran tamu undangan penting dari Forkopimcam Belik, perangkat desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan kecamatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian adat istiadat di tingkat desa.

Rangkaian acara khidmat ini telah dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan Kirab Tumpeng. Warga bergotong royong mengarak gunungan nasi tumpeng dan hasil bumi mengelilingi dusun menuju Lapangan Voli Dusun Karanganyar. Kirab ini menjadi simbol runtutan doa dan perwujudan rasa syukur yang nyata atas melimpahnya hasil panen dan ketenteraman wilayah setempat.

Ketua Panitia Ruwat Dusun, Heri Pratikno, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan pelaksanaan kegiatan lahir murni dari swadaya masyarakat setempat.

Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kekompakan luar biasa dari seluruh masyarakat Dusun Karanganyar. Berkat semangat gotong royong dan kesadaran bersama, kita mampu melaksanakan acara besar ini secara mandiri dan swadaya. Ini membuktikan bahwa kerukunan warga kita masih sangat kuat," ujar Heri Pratikno dalam laporannya.

Kepala Desa Mendelem, Saryo, hadir langsung membuka acara dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan warga Dusun Karanganyar. Dalam sambutannya, Saryo menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai pilar identitas desa.

Kegiatan Ruwat Dusun ini bukan hanya sekadar seremonial adat, melainkan momentum penting untuk memperkuat kerukunan dan semangat gotong royong antarwarga. Pemerintah Desa Mendelem mendukung penuh pelestarian budaya seperti ini agar terus hidup dan diwarisi oleh generasi muda kita," kata Saryo.

Ia juga berharap melalui ritual ruwatan ini, seluruh masyarakat Desa Mendelem, khususnya Dusun Karanganyar, senantiasa diberikan kesehatan, dijauhkan dari marabahaya, serta semakin makmur ke depannya.

Kemeriahan Ruwat Dusun tahun ini dipastikan akan berlangsung hingga esok pagi. Pihak panitia menyelenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dipusatkan di Lapangan Voli Dusun Karanganyar mulai Minggu malam.

Pagelaran seni tradisional ini menghadirkan dalang kondang, Ki Gandhik Wayah Soegiono. Dalam pementasan kali ini, sang dalang akan membawakan lakon filosofis berjudul "Semar Membangun Candi Pasar Sore".

Lakon tersebut dipilih karena sarat akan pesan moral tentang gotong royong, kepemimpinan yang bijaksana, serta semangat membangun daerah dari kalangan masyarakat bawah. Tokoh Semar yang dikenal sebagai pengayom diharapkan mampu memberikan teladan bagi warga dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

 

Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Rekomendasi

Terkini

X