Gertak.id | INDRAMAYU – Derita hidup terus membayangi Sadiman, seorang lansia pengayuh becak yang tinggal di Jalan Kapten Arya Gang 26, RT 001/RW 001, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Di usia senja, saat banyak orang menikmati masa tua, ia justru masih harus bekerja keras mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Cobaan itu semakin berat setelah rumah yang menjadi satu-satunya tempat berteduh roboh. Bantuan yang menurut pengakuannya pernah dijanjikan hingga kini disebut belum juga terealisasi, membuat Sadiman harus berjuang sendiri menghadapi keadaan.
Setiap hari, Sadiman tetap mengayuh becak dengan tenaga yang semakin terbatas. Penghasilan yang diperolehnya hanya cukup untuk makan, sehingga membangun kembali rumah yang roboh bukanlah sesuatu yang mampu ia lakukan sendiri.
Harapan sempat muncul ketika rumahnya didatangi dan didata oleh pihak terkait. Saat itu, ia mengaku mendapat informasi bahwa bantuan akan diberikan. Namun hingga kini, penantian itu belum juga berujung pada kepastian.
Tak ingin terus hidup tanpa tempat berteduh, Sadiman akhirnya terpaksa meminjam uang kepada kerabat dan tetangga agar rumahnya dapat diperbaiki seadanya. Baginya, yang terpenting bukan rumah mewah, melainkan tempat yang cukup aman untuk beristirahat setelah seharian mengayuh becak.
"Saya terpaksa pinjam uang ke sana-sini supaya rumah ini bisa diperbaiki sedikit demi sedikit. Yang penting ada tempat untuk tidur dan berteduh. Saya sudah tua, masih narik becak buat makan sehari-hari. Kalau mengandalkan penghasilan sendiri, saya tidak sanggup membangun rumah ini. Saya hanya berharap bantuan yang pernah dijanjikan benar-benar ada, karena sampai sekarang saya masih menunggu," ujar Sadiman.
Kondisi tersebut memantik keprihatinan warga sekitar. Mereka menilai seorang lansia yang tetap bekerja keras di tengah musibah semestinya memperoleh perhatian dan penanganan yang lebih cepat.
"Pak Sadiman bukan orang yang suka meminta-minta. Selama masih kuat, beliau memilih narik becak. Sekarang rumahnya roboh, sampai harus berutang agar bisa tidur di rumahnya sendiri. Kami berharap bantuan yang dijanjikan segera direalisasikan," ujar salah seorang tetangganya.
Sorotan juga mengarah kepada Baznas dan pemerintah setempat. Warga berharap ada penjelasan mengenai perkembangan bantuan bagi Sadiman, termasuk apakah terdapat kendala dalam proses penyalurannya, agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan telah berupaya menghubungi pihak Baznas dan Camat Indramayu untuk meminta konfirmasi terkait perkembangan bantuan tersebut. Namun, belum diperoleh tanggapan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait.
Kisah Sadiman menjadi potret getir perjuangan seorang lansia yang masih mengayuh becak demi bertahan hidup. Di tengah usia yang semakin renta, ia harus berutang agar memiliki tempat untuk tidur, sembari terus menunggu kepastian atas bantuan yang diharapkannya.