Keluarga Korban Buka Suara, Bantah Narasi Kelalaian Pengelola Pantai Bali 2: "Saya Tidak Menyalahkan Siapa Pun"

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Kamis, 18 Juni 2026 | 01:35 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – Di tengah derasnya pemberitaan dan berbagai opini yang menyudutkan pengelola Wisata Pantai Bali 2 pasca insiden tenggelamnya seorang bocah di kawasan tersebut, keluarga korban akhirnya angkat bicara. Ibu korban, Nila Wasnila (43), menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyalahkan pengelola maupun pihak lain atas musibah yang merenggut nyawa putranya.

Pernyataan itu disampaikan Nila pada Rabu (17/6/2026), sekaligus membantah berbagai narasi yang berkembang di ruang publik yang seolah menggambarkan adanya tuntutan atau tudingan dari pihak keluarga terhadap pengelola Pantai Bali 2.

Menurut Nila, sejak awal dirinya memilih menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan ujian yang harus dihadapi sebagai orang tua. Ia mengaku sangat terpukul atas kepergian sang anak, namun tidak ingin duka keluarganya dijadikan bahan untuk memperkeruh keadaan atau menyerang pihak tertentu.

"Saya sudah mengikhlaskan anak saya yang sudah meninggal. Saya juga berterima kasih kepada tim SAR yang sudah berusaha menolong anak saya. Walaupun nyawanya tidak tertolong, saya sangat menghargai kepedulian mereka," ujar Nila.

Di tengah munculnya berbagai tudingan mengenai dugaan kelalaian pengelola wisata, Nila secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menunjuk atau menyalahkan siapa pun atas peristiwa tersebut. Baginya, musibah itu merupakan kehendak Tuhan yang tidak dapat ditolak oleh manusia.

"Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Mungkin itu sudah garis takdir anak saya. Saya tidak menuntut apa-apa dari siapa pun. Saya hanya meminta doa agar anak saya husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT," katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pukulan terhadap berbagai spekulasi yang berkembang belakangan ini. Sebab hingga saat ini, keluarga korban justru menunjukkan sikap kooperatif dan memilih menempuh jalan damai dengan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Nila juga mengaku prihatin melihat munculnya berbagai pihak yang terus menggulirkan polemik dan tuntutan atas nama kepentingan keluarga korban. Menurutnya, langkah tersebut justru bertolak belakang dengan keinginan keluarga yang sedang berusaha bangkit dari duka mendalam.

"Anak saya sudah tenang di sana. Saya berharap jangan ada yang memperkeruh suasana. Kalau ada yang menuntut, saya rasa itu bukan keinginan saya sebagai orang tua kandung yang sudah mengikhlaskan kepergian anak saya," ungkapnya.

Ia menegaskan, sikap keluarga yang memilih tidak menuntut siapa pun bukanlah hasil tekanan atau intervensi dari pihak manapun. Nila memastikan seluruh keputusan yang diambil merupakan kehendaknya sendiri sebagai ibu kandung korban.

Bahkan, terkait surat pernyataan yang sebelumnya dibuat, Nila memastikan dokumen tersebut ditandatangani secara sukarela dan disaksikan oleh aparat kepolisian serta anggota keluarganya.

"Waktu saya membuat surat pernyataan tidak ada paksaan. Saya memang tidak menuntut apa-apa dan saat itu disaksikan oleh pihak Polsek Balongan serta saudara-saudara saya," jelasnya.

Di tengah kesedihan yang masih membekas, Nila memilih mengenang putranya dengan doa daripada larut dalam perdebatan yang tidak akan mengubah keadaan. Ia berharap masyarakat dapat menghormati keputusan keluarga dan tidak lagi menggiring tragedi tersebut ke dalam konflik yang berkepanjangan.

Sebaliknya, ia justru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berjibaku melakukan pencarian dan evakuasi korban, mulai dari tim SAR, aparat keamanan, tenaga medis hingga pengelola Pantai Bali 2 yang turut membantu selama proses penanganan berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X