Pekalongan | GERTAK.ID – Semangat kebersamaan dan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar warga RT 01 RW 01 Desa Kandangserang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, pada Senin malam Selasa (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Tobasir, selaku Ketua RT 01, itu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Peringatan Tahun Baru Islam tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun selalu diselenggarakan oleh warga RT 01. Dengan mengusung semangat kebersamaan, seluruh warga hadir membawa berbagai macam jajanan dan makanan dari rumah masing-masing sebagai bentuk partisipasi dan gotong royong.
Keunikan acara terlihat dalam tradisi "Bawa Golong", sebuah tradisi khas masyarakat setempat. Setiap warga membawa jajanan sendiri, kemudian seluruh makanan dikumpulkan, didoakan bersama, dan setelah itu saling ditukar dengan milik warga lainnya. Tradisi sederhana ini memiliki makna mendalam sebagai simbol berbagi rezeki, mempererat persaudaraan, serta memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan masyarakat.
Suasana penuh keakraban tampak sepanjang acara. Warga dari berbagai usia berkumpul dalam satu tempat, saling bercengkerama, mengikuti doa bersama, hingga menikmati hidangan yang telah dipertukarkan. Kehangatan tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya rasa persatuan dan kekompakan warga RT 01.
Fitri Nurafianti, kepada awak media GERTAK.ID, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkokoh hubungan sosial antarwarga.
"Setiap tahun kami rutin mengadakan kegiatan ini. Semua warga membawa jajanan dari rumah masing-masing, kemudian dikumpulkan, didoakan bersama, lalu ditukar dengan milik warga lain. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, saling berbagi, dan mempererat silaturahmi agar hubungan antarwarga tetap harmonis," ungkap Fitri.
![]()
Sementara itu, Ketua RT 01 Tobasir mengapresiasi kekompakan seluruh warga yang terus menjaga tradisi tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan sederhana seperti ini menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan yang rukun, harmonis, dan saling peduli.
Melalui momentum 1 Muharram 1448 Hijriah, warga berharap tradisi "Bawa Golong" dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial merupakan pondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan sejahtera.
"Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Menebarkan Maslahat, Menguatkan Umat.