Player escort sendiri merupakan anak-anak yang mendampingi para pemain saat memasuki lapangan sebelum pertandingan dimulai. Program yang diinisiasi FIFA ini menjadi simbol fair play, sportivitas, serta upaya menghadirkan sepak bola yang ramah bagi seluruh kalangan, khususnya anak-anak.
Namun bagi Syailendra Ahmad Budiyanto, momen berjalan berdampingan dengan Nathan Tjoe-A-On di hadapan puluhan ribu suporter bukan sekadar tugas sebagai player escort. Air mata yang jatuh di SUGBK menjadi simbol perjuangan, keberanian, dan mimpi besar seorang bocah dari Manado yang suatu hari berharap berdiri di lapangan yang sama sebagai penggawa Timnas Indonesia.