Jalan Rabat Beton Desa Komis Rusak, Dana Desa Tahun 2023 Pagu Rp225Juta Disorot

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Minggu, 31 Mei 2026 | 17:27 WIB
Jalan Rabat Beton Desa Komis Rusak, Dana Desa Tahun 2023 Pagu Rp225Juta Disorot
Jalan Rabat Beton Desa Komis Rusak, Dana Desa Tahun 2023 Pagu Rp225Juta Disorot

 

SAMPANG, Gertak.id - Proyek pembangunan jalan rabat beton di Dusun Totongan, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan masyarakat setelah mengalami kerusakan cukup parah meski baru dibangun pada Tahun Anggaran 2023 melalui Dana Desa senilai Rp225.585.200.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek jalan rabat beton tersebut memiliki panjang 207 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Namun, kondisi jalan saat ini terlihat mengelupas di sejumlah titik hingga memunculkan pertanyaan dari warga terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan beton mengalami kerusakan dan pengelupasan yang cukup dalam. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan usia bangunan yang masih tergolong baru sehingga memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena jalan yang diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat justru mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.

“Kalau pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi, seharusnya jalan beton bisa bertahan bertahun-tahun. Kondisi sekarang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Selasa (26/05/2026).

Masyarakat menduga kerusakan tersebut berkaitan dengan kualitas material maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Dugaan tersebut muncul setelah melihat kondisi beton yang dinilai rapuh dan mudah terkelupas.

Selain itu, warga juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian volume pekerjaan, termasuk ketebalan beton yang tercantum dalam papan kegiatan. Menurut mereka, audit teknis diperlukan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai perencanaan.

Tidak hanya aspek teknis, penggunaan anggaran proyek juga menjadi perhatian publik. Beberapa tokoh masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan kegiatan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

“Dana Desa berasal dari uang negara yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami berharap ada pemeriksaan yang objektif dan transparan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga Dusun Totongan berharap Pemerintah Kabupaten Sampang, Inspektorat, serta aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek.

Masyarakat juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait hasil pemeriksaan nantinya sehingga dapat memberikan kepastian kepada publik mengenai penyebab kerusakan jalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Komis belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan rabat beton yang menjadi perhatian warga. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.

Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan maupun klarifikasi dari pihak-pihak terkait akan terus dipantau dan disampaikan kepada publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X