Dua Ojol Kamptibmas Babak Belur Diduga Dikeroyok Bos Juragan Kelapa dan Gerombolannya, Keluarga Korban Pertanyakan: “Kenapa Pelaku yang Diamankan Bisa

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Minggu, 31 Mei 2026 | 17:18 WIB

Situasi di Mapolsek Indramayu disebut sempat memanas. Sejumlah pengemudi ojol mempertanyakan alasan pelepasan tersebut. Setelah mendapat tekanan dan protes dari rekan-rekan korban, ketiga terduga pelaku dikabarkan kembali diamankan.

 

Ironisnya, saat korban masih menjalani pemeriksaan dan mempersiapkan proses visum, ketiga terduga pelaku kembali disebut diperbolehkan pulang. Alasan yang diterima pihak korban adalah karena mereka masih dalam kondisi mabuk dan akan dimintai keterangan setelah sadar.

 

Alasan itulah yang kini menjadi sumber tanda tanya besar. Keluarga korban mempertanyakan bagaimana mungkin seseorang yang diduga terlibat pengeroyokan dan sudah diamankan justru dapat kembali pulang, sementara korban harus menanggung luka fisik dan trauma akibat kejadian tersebut.

 

“Kalau benar sudah diamankan lalu dilepas karena mabuk, masyarakat tentu berhak bertanya. Apakah mabuk bisa menjadi alasan untuk tidak langsung diproses? Lalu bagaimana dengan hak korban untuk mendapatkan keadilan?” ujar salah seorang kerabat korban.

 

Di tengah polemik tersebut, sejumlah warga mengaku tidak terkejut dengan insiden yang terjadi. Mereka menyebut kelompok yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu selama ini dikenal kerap menimbulkan keresahan. Namun berbagai informasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses hukum yang berlaku.

 

Keluarga korban menegaskan menolak penyelesaian secara damai. Mereka mengaku kecewa karena hingga kini tidak ada permintaan maaf maupun bentuk tanggung jawab dari pihak yang diduga terlibat.

 

Kasus ini pun mulai menjadi perhatian luas di kalangan komunitas ojol. Mereka menilai persoalan tersebut bukan lagi sekadar tindak kekerasan biasa, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

 

Hingga berita ini ditulis, penanganan perkara masih berada di tangan pihak kepolisian. Sementara keluarga korban mendesak agar seluruh terduga pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X