BREAKING NEWS: Baru Berdiri 6 Bulan, CV AJS Diduga “Sapu Bersih” 7 Paket DPRD Indramayu Rp2,17 Miliar, Aroma KKN Menguat!

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Selasa, 19 Mei 2026 | 07:46 WIB

Gertak.id | Indramayu — Dugaan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan DPRD Kabupaten Indramayu mulai menyeruak ke permukaan. Publik dibuat tercengang setelah satu perusahaan yang baru berdiri beberapa bulan diduga berhasil “menyapu bersih” tujuh paket proyek bernilai fantastis mencapai Rp2,17 miliar di Sekretariat DPRD Indramayu.

 

Perusahaan tersebut adalah CV AJS. Berdasarkan data Portal Pengadaan Nasional per 18 Mei 2026, CV yang diketahui baru berdiri pada November 2025 itu tercatat sebagai penyedia tunggal dalam tujuh paket pekerjaan berbeda yang direalisasikan hampir dalam waktu bersamaan menggunakan APBD Indramayu Tahun 2026.

 

Situasi ini memicu kecurigaan kuat adanya dugaan pengondisian sistematis, permainan orang dalam, hingga praktik monopoli terselubung dalam proses pengadaan di lingkungan legislatif. Sebab, dari puluhan penyedia jasa yang ada, justru satu perusahaan “pendatang baru” mampu menguasai paket miliaran rupiah secara beruntun.

 

Adapun tujuh paket yang diduga diborong CV AJS meliputi jasa resepsionis Rp334,8 juta, cleaning service Rp648 juta, jasa pengamanan/security Rp446 juta, jasa pramusaji fraksi Rp216 juta, tenaga media parlemen Rp180 juta, rehab masjid dan toilet masjid Rp242 juta, hingga rehab pos jaga Rp108 juta.

 

Mayoritas paket diketahui menggunakan mekanisme e-purchasing, mini kompetisi, hingga pengadaan langsung tanpa tender terbuka secara penuh melalui UKPBJ. Skema inilah yang kini menjadi sorotan karena dinilai rawan dimainkan oleh oknum tertentu untuk mengarahkan pemenang.

 

Tak hanya itu, Sekretariat DPRD Indramayu tercatat telah merealisasikan sedikitnya 23 paket pengadaan dengan total nilai mencapai Rp5,24 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian besar paket justru terkonsentrasi pada penyedia tertentu.

 

Pola serupa juga muncul pada pengadaan pakaian dinas DPRD. CV SHM diketahui memperoleh dua paket pengadaan PDH dan PSH dengan total Rp586,08 juta yang diduga sengaja dipisah dalam dua kontrak berbeda.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X