Diduga Pelajar SMP Turun Demo Kritik Bupati, Nama DF Disorot: Anak Sekolah Jangan Dijadikan Tameng Massa

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 22:06 WIB

Gertak.id | Indramayu — Dunia pendidikan di Indramayu kembali tercoreng. Dua pelajar yang diduga berasal dari SMPN berinisial DF disebut ikut berada di tengah aksi demonstrasi kritik terhadap kinerja bupati. Meski tanpa seragam sekolah, keduanya diduga larut bersama massa aksi dan ikut berada dalam pusaran teriakan politik jalanan.

 

Kabar keterlibatan pelajar usia SMP itu langsung memantik kemarahan publik. Banyak warga menilai anak-anak sekolah kini seperti mulai dijadikan pelengkap keramaian aksi demi memperbesar massa dan membangun tekanan politik di jalanan.

 

“Ini sangat memalukan. Anak SMP kok dibawa ke arena demo. Mereka itu masih usia belajar, bukan alat untuk meramaikan aksi,” ujar masyarakat yang namanya tak mau disebutkan dengan nada geram.

Sorotan tajam mengarah pada pihak-pihak yang diduga membiarkan bahkan mengajak pelajar ikut turun ke jalan. Jika benar ada unsur pengerahan, publik menilai tindakan tersebut sudah masuk kategori tidak bermoral karena menyeret anak di bawah umur ke arena konflik politik yang keras dan penuh provokasi.

 

Di tengah sekolah yang terus berbicara soal pendidikan karakter, etika, dan masa depan generasi muda, justru muncul dugaan pelajar ikut berdiri di tengah kerumunan aksi sambil mendengar orasi penuh amarah terhadap pemerintah. Situasi itu dinilai sebagai ironi besar bagi dunia pendidikan.

 

Warga menilai demonstrasi bukan ruang yang layak bagi anak usia SMP. Selain rawan ricuh, aksi jalanan juga dikhawatirkan membentuk pola pikir instan bahwa tekanan massa dan teriakan adalah cara utama menyampaikan aspirasi.

 

Nama DF kini menjadi perbincangan publik. Banyak pihak menyayangkan jika pelajar seusia mereka sudah terseret ke atmosfer politik praktis sebelum memiliki kedewasaan berpikir yang cukup.

 

Tidak sedikit masyarakat yang mendesak agar ada evaluasi serius dari lingkungan sekolah maupun pihak terkait. Sebab jika dibiarkan, kejadian seperti ini dikhawatirkan menjadi contoh buruk bagi pelajar lain dan perlahan mengaburkan batas antara dunia pendidikan dengan panggung politik jalanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X