Gertak.id | Indramayu — Ketegangan pecah di depan gedung DPRD Kabupaten Indramayu saat aksi unjuk rasa berubah panas dan nyaris berujung bentrokan terbuka, Selasa (6/5/2026). Massa yang awalnya menyampaikan aspirasi mulai kehilangan kendali hingga terjadi adu mulut keras dan saling dorong di area gerbang utama DPRD.
Situasi memanas begitu sejumlah massa saling terpancing emosi di tengah kerumunan aksi. Teriakan provokatif terdengar bersahutan, membuat suasana depan kantor wakil rakyat itu berubah tegang dan nyaris chaos.
Melihat kondisi yang semakin liar, Kapolsek Indramayu turun langsung menerobos kerumunan massa. Dengan pengawalan personel kepolisian, aparat berupaya memisahkan kelompok massa yang nyaris bentrok fisik di depan pagar DPRD.
Dorong-dorongan antar peserta aksi tak terhindarkan. Beberapa massa bahkan mencoba merangsek melewati titik pengamanan hingga memicu reaksi keras dari kelompok lainnya. Ketegangan itu membuat aparat harus bergerak cepat sebelum kericuhan benar-benar pecah.
Kapolsek Indramayu, AKP Indri tampak beberapa kali melontarkan peringatan tegas kepada massa agar tidak bertindak anarkis. Polisi meminta peserta aksi menghentikan provokasi dan tidak menjadikan demonstrasi sebagai ajang pemicu kerusuhan.
Di tengah suasana yang semakin panas, aparat kepolisian langsung membentuk pagar betis untuk menahan pergerakan massa. Langkah itu dilakukan guna mencegah bentrokan meluas sekaligus menjaga situasi di kawasan pusat pemerintahan tetap terkendali.
Warga yang berada di sekitar lokasi aksi tampak memilih menjauh lantaran khawatir keributan berubah menjadi bentrokan terbuka. Arus lalu lintas di sekitar gedung DPRD juga sempat tersendat akibat membludaknya massa dan ketatnya pengamanan aparat.