Diduga Menghindar dari Aksi Mahasiswa, DPRD Halut Disorot: “Pengkhianatan Terhadap Rakyat”

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Rabu, 6 Mei 2026 | 07:32 WIB

Halmahera Utara — Suasana di Gedung DPRD Halmahera Utara memanas saat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Halmahera Utara menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5/2026). Namun, aksi tersebut justru diwarnai kekecewaan mendalam setelah tak satu pun anggota dewan hadir menemui massa.

 

Mahasiswa menilai sikap DPRD sebagai bentuk pengabaian serius terhadap aspirasi rakyat. Bahkan, beredar dugaan bahwa para wakil rakyat memilih meninggalkan kantor saat aksi berlangsung.

 

Ketua GMKI Tobelo, Fedrikson Salawangi, secara tegas menyebut absennya DPRD sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat.

 

“Kami menganggap ini pengkhianatan nyata. Di tengah begitu banyak persoalan masyarakat, tidak ada satu pun anggota DPRD yang hadir untuk berdialog. Ini menunjukkan mereka tidak berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

 

Ia juga menuding para anggota dewan lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok dibanding menjalankan fungsi representasi publik.

 

“Mereka hanya muncul saat kepentingan sendiri terancam, bukan saat rakyat membutuhkan. Ini ironi bagi lembaga yang seharusnya menjadi suara masyarakat,” lanjutnya.

 

GMKI menilai DPRD Halmahera Utara telah gagal menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat. Ketidakhadiran dalam momentum penting seperti ini dianggap mencerminkan krisis tanggung jawab.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X