Prihatin Angka Kecelakaan Tinggi, Pemuda Warungpring Swadaya Tambal Jalan Berlubang Sepanjang 2 KM

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Minggu, 3 Mei 2026 | 14:38 WIB

PEMALANG – Puluhan pemuda yang tergabung dalam gerakan masyarakat Warungpring melakukan aksi nyata dengan menambal jalan rusak di ruas jalan Warungpring – Mandiraja pada Sabtu (3/5/2026). 

Aksi ini dipicu oleh rasa keprihatinan atas kondisi jalan yang penuh lubang dan minim penerangan, yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas hingga memakan korban jiwa.Perbaikan dilakukan dengan metode pengecoran dinamik di titik-titik terparah sepanjang kurang lebih 2.000 meter. 

Seluruh biaya pengerjaan ini murni berasal dari swadaya masyarakat.

Minimnya penerangan dan jalan yang penuh lubang menyebabkan tingginya angka kecelakaan. Sudah sering terjadi kecelakaan dan memakan korban mas, malahan belum lama ini ada yang sampai meninggal dunia,” ujar Zamrudin, salah satu penggerak aksi di lokasi.

Mulyadi, perwakilan pemuda lainnya, menjelaskan bahwa semangat gotong royong warga berhasil mengumpulkan dana jutaan rupiah demi keamanan pengguna jalan. 

Anggaran didapat dari swadaya masyarakat yang dikumpulkan oleh pemuda Warungpring sebesar 15 juta rupiah,” ungkapnya.

Langkah ini diambil bukan tanpa upaya koordinasi dengan pihak terkait. Kiki, pemuda Warungpring lainnya, menegaskan kepada awak media Gertak.id bahwa pihaknya telah berupaya meminta izin perbaikan jalan kepada pemerintah setempat.

“Kami sudah melakukan koordinasi terkait kondisi jalan ini dengan Kepala Desa, Camat, hingga DPU UPJI (Unit Pelaksana Jalan dan Irigasi) kapan akan diperbaiki. Namun, jawaban yang kami terima untuk tahun anggarannya masih lama,” tegas Kiki dengan nada kecewa.

 

Kekecewaan warga semakin memuncak mengingat Desa Warungpring memiliki keterwakilan politik yang kuat di tingkat kabupaten. Ironisnya, meski ada dua orang putra daerah yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pemalang, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut seolah-olah terabaikan.

Kami meminta mereka (anggota dewan) untuk lebih memperhatikan daerah asal. Jangan sampai masyarakat harus terus bertaruh nyawa di jalan karena lambatnya respon pemerintah,” tutup Kiki.

Aksi tambal jalan mandiri ini diharapkan dapat meminimalkan kecelakaan sementara, sambil menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk perbaikan permanen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Rekomendasi

Terkini

X