Tragedi dr Myta Aprilia Azmy: Diduga Dipaksa Kerja Saat Kritis hingga Wafat, Terkuak Beban Tak Manusiawi dan Dugaan Perundungan

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:06 WIB

Gertak.id | Jambi – Kematian dokter internship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), dr Myta Aprilia Azmy, memicu gelombang kemarahan publik. Kasus ini viral di media sosial setelah mencuat dugaan kuat adanya beban kerja tidak manusiawi hingga pengabaian kondisi medis korban.

 

Almarhumah diketahui tengah menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. Namun di balik statusnya sebagai dokter magang, muncul dugaan bahwa Myta diperlakukan layaknya tenaga kerja penuh tanpa perlindungan memadai.

 

Kondisi Myta disebut sudah memburuk sebelum wafat. Ia dilaporkan mengalami sesak napas berat dan demam tinggi, tetapi tetap diwajibkan menjalani tugas, termasuk jaga malam. Situasi ini memicu sorotan tajam soal standar keselamatan tenaga medis muda.

 

Myta akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, namun nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026.

 

Kasus ini semakin menghebohkan setelah beredarnya surat pernyataan Ikatan Alumni FK Unsri yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI. Dalam pernyataan tersebut, disebutkan adanya dugaan pelanggaran serius terhadap aturan internship.

 

Ikatan Alumni menyoroti praktik kerja ekstrem, termasuk dugaan penugasan hingga tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD, serta minimnya supervisi dari dokter definitif. Hal ini dinilai melanggar ketentuan Kementerian Kesehatan yang menegaskan bahwa dokter internship adalah peserta pendidikan, bukan pegawai tetap rumah sakit.

 

Catatan Dugaan Pengabaian Klinis

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X