“Nyawa Dibayar Uang?” Tarilah Menggugat: Desak Polisi Bongkar Kematian Ainun yang Diduga Dikejar hingga Tewas

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Rabu, 22 April 2026 | 12:08 WIB

 

Tujuh bulan berlalu. Waktu yang cukup untuk mengurai fakta. Namun yang terlihat justru stagnasi. Tidak ada tersangka, tidak ada kejelasan, hanya pertemuan yang berujung tawar-menawar.

 

“Kami tidak akan cabut laporan. Ini bukan kecelakaan biasa. Ini harus dibuka terang,” tegas Ibnu.

 

Keluarga korban kini tidak hanya menuntut keadilan, tetapi juga mempertanyakan integritas proses hukum itu sendiri. Mengapa kasus selama ini terkesan jalan di tempat? Mengapa justru difasilitasi pertemuan yang berujung pada tawaran damai?

“Jangan sampai hukum jadi alat tawar. Jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas. Ini nyawa manusia,” ujar keluarga dengan nada getir.

 

Langkah berikutnya sudah disiapkan. Kasus ini akan dibawa ke Mabes Polri dan Divisi Propam Polri. Bukan sekadar mencari keadilan bagi Ainun, tetapi juga menguji—apakah hukum masih berdiri tegak, atau sudah lama berlutut di hadapan uang.

 

Kini publik menatap. Pertanyaannya sederhana, tapi menohok:

apakah nyawa benar-benar bisa ditutup dengan uang?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X