Gertak.id | Indramayu – Mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 19 Kabupaten Indramayu langsung bergerak cepat dengan mendirikan Posko Bantuan Komunikasi di titik krusial Simpang Tiga Lingkar Lohbener.
Posko yang beroperasi sejak 12 hingga 29 Maret 2026 ini menjadi garda depan pengendali arus informasi, dengan relawan disiagakan melalui frekuensi 142.700 MHz. Mereka memantau pergerakan lalu lintas sekaligus menyampaikan informasi penting secara real-time selama arus mudik dan balik Lebaran.
Langkah ini dinilai krusial, mengingat jalur Lohbener kerap menjadi titik rawan kepadatan. Kehadiran RAPI menjadi penopang vital komunikasi lapangan, terutama dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Didukung lintas instansi seperti BPBD, Kementerian Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur TNI-Polri dan relawan lainnya, posko ini mempertegas pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.
Seorang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia Wilayah 19 Indramayu, Agung Budiyanto JZ 10 UAG menegaskan, kesiapsiagaan komunikasi menjadi kunci utama di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
“Di tengah padatnya arus mudik, keterlambatan informasi bisa berakibat fatal. Karena itu kami pastikan komunikasi tetap hidup, tidak boleh ada celah,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran RAPI tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga sebagai penghubung cepat antar petugas di lapangan saat terjadi kemacetan maupun kondisi darurat.
“Setiap informasi dari jalur mudik akan kami pantau dan teruskan secepat mungkin agar bisa langsung ditindaklanjuti,” lanjutnya.
Dengan mengusung semangat “Rukun di Udara, Akrab di Darat, Iman di Hati”, RAPI Indramayu menegaskan komitmennya dalam menjaga kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Pesannya tegas: saat arus mudik memuncak, komunikasi tidak boleh terputus—dan RAPI berdiri di garis depan untuk memastikan itu.