Gertak.id | Babadan - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di lingkungan pamong desa Desa Babadan. Tradisi ramah tamah kembali digelar sebagai wujud kebersamaan sekaligus momentum untuk saling memaafkan sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Dalam balutan suasana sederhana namun sarat makna, para perangkat desa, kepala desa, serta unsur lembaga desa berkumpul tanpa sekat. Senyum dan jabat tangan menjadi simbol kuat bahwa Ramadan disambut dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
Kepala Desa Babadan, Sugeng dalam sambutannya mengajak seluruh pamong untuk menjadikan Ramadan sebagai titik refleksi. Tidak hanya meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang lapang dan komitmen yang lebih kuat dalam mengabdi,” ujarnya.
Doa bersama menjadi penutup rangkaian acara, memohon kesehatan, kelancaran tugas, serta keberkahan dalam menjalankan amanah. Momen tersebut terasa khidmat, seolah menjadi pengikat batin antara aparatur desa.
Tradisi ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang mempererat persaudaraan dan menjaga soliditas. Di tengah berbagai dinamika pelayanan publik, semangat saling menguatkan menjadi fondasi penting bagi pemerintahan desa.
Dengan hati yang telah dipersiapkan dan komitmen yang diperbarui, pamong Desa Babadan pun menyatakan kesiapan menyambut Ramadan—bulan yang tidak hanya mengajarkan menahan diri, tetapi juga memperkuat nilai empati dan pengabdian.