Gertak.id | Tegal – Ajakan kerja bakti di kawasan Pancuran 13, Objek Wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.
Pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara itu berisi seruan kepada warga sekitar untuk bangun dan ikut membersihkan area wisata yang rusak akibat banjir bandang.
“Bangun, bangun, bangun, kerja bakti bapak, jangan tidur terus biar bisa jualan somay lagi,” terdengar dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @istikhoroh_12, Jumat (13/2/2026). Video tersebut telah ditonton lebih dari 127 ribu kali.
Bangun Jembatan Sasak Demi Aktivitas Kembali Normal
Dalam pengumuman tersebut, warga juga diajak membangun jembatan sasak sebagai akses sementara di area Pancuran 13. Jembatan itu diharapkan bisa menghubungkan kembali jalur yang terputus agar aktivitas warga dan wisatawan kembali berjalan.
“Pada hari ini diadakan kerja bakti di area Pancuran 13 dan membikin jembatan sasak, biar semuanya bisa beraktivitas kembali,” demikian isi pengumuman.
Langkah itu disebut sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat setempat. Dengan akses yang kembali terbuka, pedagang, penyedia jasa ojek, hingga pelaku wisata berkuda diharapkan bisa kembali beroperasi.
“Untuk bisa berjualan, bisa berkuda, dan bisa narik ojek,” lanjut suara dalam pengeras tersebut.
Tuai Pro dan Kontra
Ajakan kerja bakti itu memunculkan respons beragam dari warganet. Sebagian mendukung semangat gotong royong warga untuk bangkit dari dampak bencana. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan pengelolaan retribusi tiket wisata.
Sejumlah komentar menilai perbaikan infrastruktur seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola dan pemerintah daerah, mengingat kawasan wisata tersebut selama ini memungut tiket masuk.
Di sisi lain, pengunggah video menyebut ajakan kerja bakti merupakan inisiatif warga sendiri yang ingin segera memulihkan roda perekonomian. Ia juga menyampaikan harapan sebagian warga agar akses ke Pancuran 13 bisa digratiskan selama masa pemulihan.
Dampak Banjir Bandang
Sebelumnya, banjir bandang menerjang kawasan Guci di lereng Gunung Slamet pada 24 Januari 2026. Luapan Sungai Gung membawa material lumpur dan kayu gelondongan yang merusak sejumlah fasilitas wisata.