Jalur Terusan Kembali Makan Korban, Ali Terjatuh – Kinerja Dinas Dipertanyakan

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Rabu, 11 Februari 2026 | 19:34 WIB

Gertak.id | Terusan - Jalan berlubang di Jalur Terusan kembali menelan korban. Sore hari itu, Ali, seorang pengendara motor, terjatuh setelah roda kendaraannya menghantam lubang besar yang menganga di tengah badan jalan. Insiden ini bukan yang pertama, dan diduga bukan yang terakhir jika kondisi terus dibiarkan.

Di tengah arus lalu lintas yang padat menjelang petang, Ali tak sempat menghindar. Lubang berada tepat di jalur kendaraan dan sulit terlihat. Motor yang dikendarainya oleng, lalu ia tersungkur ke aspal. Warga sekitar bergegas menolong, sementara kendaraan lain terpaksa melambat untuk menghindari kecelakaan lanjutan.

Yang menjadi sorotan, kerusakan jalan di titik tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret dan permanen dari dinas terkait. Tambal sulam yang pernah dilakukan dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Sudah sering dilaporkan. Tapi perbaikannya seperti asal jadi. Tidak lama rusak lagi,” ungkap seorang warga dengan nada geram.

Jalur Terusan merupakan akses vital yang setiap hari dilalui ratusan kendaraan. Dengan statusnya yang strategis, seharusnya pengawasan dan perawatan rutin menjadi tanggung jawab serius Dinas PUPR atau instansi terkait. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: lubang dibiarkan menganga hingga memicu kecelakaan.

Ali mengalami luka lecet dan syok akibat kejadian tersebut. Motor yang dikendarainya juga mengalami kerusakan. Warga menilai, insiden ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah, bukan sekadar catatan insidental.

Publik kini mempertanyakan komitmen dan respons cepat dinas teknis terhadap infrastruktur dasar. Keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikorbankan akibat lambannya penanganan. Jika jalan rusak terus diabaikan hingga memakan korban, maka wajar bila masyarakat menilai ada kelalaian dalam pengawasan dan perawatan.

Warga mendesak agar dinas terkait segera turun langsung melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Sebab sebelum ada tindakan nyata, Jalur Terusan akan tetap menjadi ancaman bagi siapa pun yang melintas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X