Gertak.id | Kesuksesan Timnas Futsal Indonesia menembus partai final AFC Futsal 2026 menjadi perbincangan hangat publik Tanah Air. Meski harus puas sebagai runner up, pencapaian skuad Merah Putih dinilai sebagai lompatan sejarah setelah 11 kali keikutsertaan sebelumnya selalu kandas di fase awal.
Di bawah arahan pelatih asal Spanyol, Hector Souto, Timnas Indonesia untuk pertama kalinya mampu melangkah hingga partai puncak dan menantang kekuatan futsal Asia, Iran, di laga final AFC Futsal 2026.
Performa impresif Indonesia bahkan membuat Iran—tim peringkat lima dunia berdasarkan FIFA Futsal World Ranking 2026—harus bekerja ekstra keras hingga laga berakhir lewat adu penalti. Indonesia akhirnya kalah tipis 4-5 pada babak tos-tosan setelah bermain imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu.
Meski gagal meraih trofi, penampilan Timnas Futsal Indonesia justru menuai sorotan luas dari media internasional. Banyak pihak menilai kekalahan tersebut terasa seperti kemenangan, mengingat keberanian dan kualitas permainan yang ditunjukkan sepanjang turnamen.
Kalah Rasa Menang Lawan Iran
Prestasi bersejarah Timnas Indonesia di AFC Futsal 2026 turut mendapat perhatian dari media kampung halaman Hector Souto. Media Spanyol, La Voz de Galicia, secara khusus mengulas perjalanan Indonesia yang dinilai sukses mencetak sejarah baru.
“Meski akhirnya kalah, Indonesia sejatinya telah menang karena tampil gemilang pada ajang tersebut,” tulis La Voz de Galicia dalam artikelnya yang terbit Minggu, 8 Februari 2026.
Hector Souto sendiri diketahui lahir di Chantada, Lugo, wilayah Galicia, Spanyol. Media tersebut memuji peran besar Souto yang mampu membawa Timnas Indonesia melaju hingga final dan menyingkirkan Jepang pada babak semifinal.
“Hector Souto mencetak sejarah dengan membawa timnya ke final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah kompetisi, sekaligus menyingkirkan Jepang di semifinal,” lanjut media tersebut.
Ujian Mental dari Fase Grup hingga Final
Perjalanan Indonesia menuju final tak lepas dari ujian mental yang berat sejak fase grup. Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-0 atas Korea Selatan, sebelum kembali menang 5-3 atas Kirgistan lewat gol Ardiansyah Nur dan Israr Megantara.
Pada laga terakhir grup menghadapi Irak, penampilan gemilang kiper Muhammad Nizar memastikan skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir laga. Hasil tersebut cukup untuk mengantar Indonesia keluar sebagai juara Grup A.
Langkah Indonesia berlanjut ke perempat final dengan kemenangan tipis 3-2 atas Vietnam. Ujian sesungguhnya hadir di semifinal saat menghadapi Jepang. Dua gol Reza Gunawan dan Rizki Amanda di babak tambahan waktu memastikan kemenangan dramatis 5-3 dan mengantar Indonesia mencetak sejarah sebagai finalis AFC Futsal.
Final Ketat Berujung Adu Penalti