IFG Tegaskan Agenda Transform Business 2026, Perkuat Customer Centricity dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:40 WIB

Gertak.id  – Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan kesiapan seluruh anggota holding untuk menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh pada 2026. Transformasi ini menempatkan penguatan manajemen risiko, customer centricity, serta ekspansi bisnis berkelanjutan sebagai fokus utama dalam meningkatkan nilai perusahaan.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, dalam Town Hall Awal Tahun yang dihadiri jajaran manajemen dan karyawan IFG Group. Dalam kesempatan itu, manajemen menetapkan Transform Business sebagai tema strategis IFG sepanjang 2026 dan menjadi payung bagi seluruh inisiatif perusahaan.

“Transformasi bisnis IFG diarahkan untuk menciptakan nilai yang melampaui profitabilitas semata, dengan memperkuat tata kelola serta menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi kebutuhan pelanggan, berlandaskan semangat melayani sepenuh hati,” ujar Hexana.

Sejalan dengan agenda tersebut, IFG menegaskan komitmen penerapan nilai perusahaan secara konsisten di seluruh insan IFG Group dan anggota holding. Nilai tersebut tercermin melalui disiplin pengelolaan risiko dan kepatuhan terhadap tata kelola, integritas dalam pengambilan keputusan, pendekatan bisnis yang berorientasi pada pelanggan, dorongan berkelanjutan untuk mencapai keunggulan kinerja, serta penguatan kolaborasi lintas entitas dalam ekosistem IFG.

Transformasi bisnis IFG turut ditopang oleh penguatan kapabilitas digital sebagai enabler utama penciptaan nilai bagi pelanggan. Hingga akhir 2025, aplikasi One by IFG mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah unduhan melampaui 500 ribu pengguna, didukung lebih dari 370 ribu pengguna aktif, serta mencatat lebih dari 250 ribu transaksi lintas layanan kesehatan, perlindungan, dan investasi.

Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan IFG dalam membangun end-to-end customer journey yang terintegrasi, mulai dari akses layanan, pemilihan produk, hingga transaksi dan layanan purnajual dalam satu ekosistem digital yang sederhana, efisien, dan mudah diakses.

Selain penguatan layanan digital, peningkatan kualitas layanan publik juga tercermin melalui percepatan proses pembayaran santunan oleh Jasa Raharja. Saat ini, pembayaran santunan dapat dilakukan dalam waktu tiga hari sejak tanggal kecelakaan, serta maksimal tiga hari setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap.

Dalam pengelolaan bisnis, IFG juga mengarahkan anak perusahaan untuk membentuk fungsi Key Account Management guna menjaga kualitas pertumbuhan, mencegah praktik perang harga, serta memastikan struktur komisi agen dan broker tetap sehat dan berkelanjutan. Kebijakan ini ditujukan untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan nasabah dan mitra strategis.

Di sektor investasi, IFG memperkuat kapabilitas manajemen aset melalui anak usaha, Bahana TCW Investment Management, dengan fokus pada pengembangan rekomendasi investasi berbasis Liability Driven Investment. Pendekatan ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan investor institusi, khususnya sektor asuransi, agar pengelolaan aset selaras dengan profil kewajiban jangka panjang.

Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara di bawah Danantara Indonesia, IFG menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan. IFG juga berkomitmen menjaga prinsip inklusivitas serta memperluas kontribusi sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan agenda Transform Business 2026, IFG optimistis mampu memperkuat daya saing industri keuangan nasional sekaligus menghadirkan pertumbuhan yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X