HP Ketua BPD Citorek Sabrang jadi Korban peretasan, Modus APK Undangan Pernikahan Lewat WhatsApp

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:23 WIB
Waspada Phishing! Akun WhatsApp Ketua BPD Citorek Sabrang Dibajak Penipu./Dok.Gertak.id
Waspada Phishing! Akun WhatsApp Ketua BPD Citorek Sabrang Dibajak Penipu./Dok.Gertak.id

Lebak, Gertak.id - Modus penipuan melalui peretasan atau phishing dengan menyebarkan malware berbentuk file APK (Android Package) berkedok undangan pernikahan kembali marak melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA).

Kali ini, aksi kejahatan siber tersebut menimpa Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, H. Karman. Nomor WhatsApp dan telepon pribadinya diduga diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab dan disalahgunakan untuk melakukan penipuan.

“Benar HP saya jadi korban penipuan kena hacker lewat WhatsApp (WA). Pada Kamis (20/01/2026) siang,” ujar H. Karman.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat menerima pesan berisi file APK undangan pernikahan dari nomor yang tidak dikenal. Tanpa menaruh kecurigaan, file tersebut diklik karena ia mengira pesan itu berasal dari pihak tertentu yang dianggap penting.

“Tiba-tiba masuk pesan APK undangan pernikahan, lalu tanpa curiga saya mengkliknya. Keesokan harinya saya mendapat informasi bahwa dari nomor kontak WhatsApp saya mengirimkan pesan ke semua kontak di HP saya untuk meminjam sejumlah uang,” ungkapnya.

H. Karman mengaku pertama kali mengetahui penyalahgunaan akunnya setelah dihubungi Kepala Desa Citorek Sabrang. Pesan yang dikirim pelaku menggunakan nomor miliknya berisi permintaan pinjaman uang kepada sejumlah pihak.

“Saya diberitahu Pak Kades kalau saya mengirim WhatsApp kepadanya dengan modus meminjam sejumlah uang. Dari situ saya langsung kaget. Selain Pak Kades, rekan-rekan lain juga menginformasikan hal serupa. Bahkan nomor rekening saya pun dipakai oleh para penipu,” terangnya.

Namun hingga saat ini, ia mengaku belum menerima laporan pasti terkait siapa saja yang telah menjadi korban penipuan atas nama dirinya.

“Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan dan saudara yang memiliki nomor kontak saya, agar berhati-hati. Itu bukan saya. Saya meminta setelah HP saya diretas agar segera memblokir nomor telepon pribadi saya. Saya khawatir rekan kerja menjadi korban,” tegas H. Karman. Ia juga menyatakan akan menempuh langkah pelaporan atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Citorek Sabrang, H. Suarta Atmawijaya, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp.

“Semoga tidak ada korban yang mengalami kerugian dan nama baik Pak H. Karman dapat pulih kembali. Kita jangan pernah membuka dan mengunduh link yang dikirim penipu dan sebaiknya langsung dihapus,” tandasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital di tengah meningkatnya kejahatan siber.

“Masyarakat perlu lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membuka file atau tautan yang tidak jelas sumbernya. Kami mengimbau agar setiap kejadian segera dilaporkan untuk mencegah korban lebih luas,” ujarnya.

Ketua BPD Citorek Sabrang juga berharap kejadian yang menimpanya dapat menjadi pembelajaran bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X