Kesaksian Pendaki hingga Temuan SAR: Fakta Baru Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Minggu, 18 Januari 2026 | 13:59 WIB

Gertak.id | Sulawesi – Pencarian pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, mulai menemui titik terang. Serpihan yang diduga kuat bagian badan pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pesawat ATR 42-500 tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dan dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 12.20 WIB. Namun, dalam perjalanannya, pesawat diduga kehilangan kontak di wilayah Sulawesi Selatan.

Informasi awal mengenai lokasi jatuhnya pesawat mencuat setelah sebuah video yang diunggah pendaki Gunung Bulusaraung viral di media sosial.

Video Pendaki Temukan Serpihan Pesawat

Seorang pendaki dengan akun TikTok @reskiii224 mengunggah video penemuan serpihan yang diduga bagian pesawat pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dalam video tersebut terlihat kondisi cuaca di kawasan puncak Gunung Bulusaraung yang berkabut tebal disertai angin kencang.

Pada unggahan lanjutan, akun yang sama kembali memperlihatkan serpihan-serpihan lain yang menguatkan dugaan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR 42-500.

“Pesawat menabrak Gunung Bulusaraung, ini bukti-buktinya,” ujar perekam video sambil memperlihatkan serpihan badan pesawat serta beberapa lembaran kertas.

“Tidak diketahui pesawat apa. Indonesia Air di Gunung Bulusaraung. Kita lagi santai di Gunung Bulusaraung dan terjadi tabrakan,” tambahnya.

Video pertama telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali, sementara video kedua mencapai lebih dari 400 ribu penayangan.

Pendaki Mengaku Mendengar Suara Mesin Pesawat
Pemilik akun tersebut juga mengaku sempat mendengar suara deru mesin pesawat sebelum kejadian.

“Pesawatnya tidak kelihatan, tapi sudah kita dengar suaranya dari jauh. Kami kira hanya pesawat biasa, ternyata semakin dekat dan langsung meledak,” tulisnya dalam unggahan pada Minggu, 18 Januari 2026.

Dalam video tersebut, tampak pula api kecil yang masih menyala di sekitar lokasi kejadian. Pendaki itu mengaku hampir terkena serpihan badan pesawat akibat terpaan angin kencang.

“Kami melihat langsung nyalanya di sekitar puncak. Serpihannya hampir mengenai kami karena angin sangat kencang,” ungkapnya.

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X