Keikhlasan Ayah Syafiq Ali Anggap Himawan Seperti Anak Sendiri Tuai Pujian Warganet

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Jumat, 16 Januari 2026 | 11:57 WIB

Gertak.id | Baturaden – Setelah 17 hari pencarian intensif, pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Gunung Slamet. Jenazah Syafiq ditemukan oleh tim pencari di lereng puncak selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, pada Rabu siang, 14 Januari 2026.

Proses evakuasi sempat terkendala kondisi cuaca ekstrem sehingga jenazah baru dapat dibawa turun ke bawah pada Kamis, 15 Januari 2026. Peristiwa ini menutup pencarian panjang yang melibatkan tim SAR gabungan serta relawan dari berbagai daerah.

Di tengah duka mendalam, sikap ikhlas keluarga Syafiq justru menyita perhatian publik. Ayah almarhum, Dhani Rusman, menyampaikan pesan menyentuh yang viral di media sosial. Ia menyatakan akan menganggap Himawan, sahabat sekaligus rekan pendakian Syafiq, sebagai anaknya sendiri.

“Ke depannya, karena Mas Himawan sahabat Ali, maka kami pun akan menganggap Mas Himawan itu sebagai anak kami,” ujar Dhani Rusman dalam video yang diunggah akun Instagram @mountnesia, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia juga mempersilakan Himawan untuk tetap datang dan bersilaturahmi ke rumah keluarga Syafiq. “Jangan sungkan, jangan malu, anggap saja rumah sendiri. Kami, keluarga Ali, akan tetap menyayangi Himawan,” imbuhnya sambil menepuk bahu Himawan.

Dalam kesempatan tersebut, Dhani Rusman turut meminta kepada pihak-pihak yang mengunggah foto jenazah Syafiq saat proses evakuasi agar menghapus unggahan tersebut demi menjaga perasaan keluarga.

Sikap keikhlasan keluarga ini menuai pujian luas dari warganet. Video pernyataan Dhani Rusman telah ditonton lebih dari 1,8 juta kali dan dipenuhi komentar dukungan serta doa.

“Bapaknya seikhlas itu, netizen malah suudzon,” tulis akun @rama9.

“Bapaknya baik dan ikhlas banget. Sehat selalu ya, Pak,” tulis akun @ani*****7.

“Salut, tidak menyalahkan siapa pun di tengah duka,” komentar akun @mita2.

Sementara itu, jenazah Syafiq tiba di rumah duka di Magelang pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Atas permintaan keluarga, peti jenazah sempat dibuka usai pemeriksaan medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga agar keluarga dapat melihat almarhum untuk terakhir kalinya.

Usai dishalatkan di masjid setempat, jenazah Syafiq dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Magelang.

Diketahui sebelumnya, Syafiq mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama Himawan pada 27 Desember 2025. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap.

Dalam perjalanan, Himawan mengalami sakit pada kaki saat berada di Pos 5. Syafiq kemudian turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Namun sejak saat itu, Syafiq kehilangan kontak. Himawan sendiri berhasil ditemukan tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, di sekitar Pos 9 Gunung Slamet, berjarak sekitar 300–600 meter dari puncak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X