Pecah Tangis Suami Setelah Tahu Istrinya yang Tengah Hamil Tua Meninggal Dunia dalam Kebakaran di Gedung Terra Drone

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Rabu, 10 Desember 2025 | 15:19 WIB
Menyoroti kisah pilu suami yang syok saat istrinya menjadi korban meninggal dunia di insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Jakpus. (X.com/@Prince - Instagram.com/@tante.rempong)
Menyoroti kisah pilu suami yang syok saat istrinya menjadi korban meninggal dunia di insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Jakpus. (X.com/@Prince - Instagram.com/@tante.rempong)

Gertak.id– Duka mendalam menyelimuti linimasa media sosial dan masyarakat luas setelah kabar mengenaskan dari kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. Dari total 22 korban tewas, salah satu kisah yang paling mengiris hati datang dari seorang perempuan yang tengah hamil tua—dan dari suaminya yang tak kuasa menahan tangis ketika mengetahui istrinya tidak selamat.

Peristiwa kebakaran yang bermula dari lantai dasar gedung itu memang tidak merambat ke lantai lain. Namun asap hitam pekat yang memenuhi koridor-koridor lantai atas membuat puluhan orang kehilangan akses oksigen hingga akhirnya meregang nyawa. Para korban terjebak di lantai tinggi tanpa jalur evakuasi aman, termasuk perempuan yang tengah menantikan kelahiran anak pertamanya itu.

Video yang merekam momen sang suami menangis histeris pun viral dan mengundang simpati warganet. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @tante.rempong.official pada Rabu, 10 Desember 2025, terlihat seorang lelaki berdiri tanpa daya, tubuhnya limbung, sementara keluarga menahan pundaknya agar tetap tegak.

“Abang ini menangis setelah tahu istrinya yang telah hamil tua meninggal dunia dalam kebakaran di Gedung Terra Drone,” tulis keterangan video tersebut.
“Padahal akan melahirkan pada Januari 2026. Saat kebakaran, sang istri sedang berada di lantai 5,” lanjutnya.

Kisah di Balik Video: Suami Datangi Posko DVI, Pulang dengan Luka Tak Terbayangkan

Berdasarkan penelusuran, sang suami sebelumnya datang ke Posko DVI Antemortem di RS Polri Kramat Jati pada Selasa malam. Dengan wajah cemas dan pakaian yang masih tampak berantakan, ia bertanya kepada petugas mengenai keberadaan istrinya. Harapannya sederhana: menemukan istrinya selamat, meskipun dalam kondisi luka.

Namun kabar yang diterima justru mematahkan seluruh harapan itu. Dia diberitahu bahwa istrinya termasuk dalam daftar korban meninggal dunia. Dalam sekejap, lututnya melemah. Ia menangis keras, tak lagi mampu menyembunyikan kesedihan yang menghantamnya.

Keluarga yang mendampinginya berusaha menenangkan. Namun tangisnya pecah begitu dalam—menjadi saksi betapa beratnya menerima kenyataan bahwa istri yang tengah membawa buah hati mereka telah tiada.

Menunggu Anak Pertama: “Sudah Hamil Besar, HPL Januari 2026”

Ditemui terpisah, sepupu suami korban, Prasetyo, menjelaskan bahwa perempuan tersebut tengah mengandung anak pertamanya. Usia kehamilannya sudah memasuki masa menjelang persalinan.

“Istrinya yang korban, yang ibu hamil, itu salah satunya,” ujar Prasetyo di RS Polri Kramat Jati.
“(Hamil) anak pertama… sudah tua ya (usia kandungannya). Kemungkinan Januari itu sudah HPL-nya.”

Kabar ini semakin memperberat duka keluarga. Kehilangan dua nyawa sekaligus—ibu dan bayi dalam kandungan—meninggalkan luka yang tak terbayangkan bagi suami dan keluarga besar mereka.

Terjebak di Lantai 5 Saat Kebakaran

Prasetyo juga mengungkapkan kronologi detik-detik sang korban terjebak di lantai 5. Ketika asap mulai memenuhi lorong, korban sempat berusaha turun ke lantai dasar. Namun situasi memburuk dengan cepat.

“Iya di lantai 5. Mau turun ke lantai 1 karena api sudah berasap, balik lagi ke lantai 5 dan terjebak di situ,” tuturnya.
“Dari kondisinya sih alhamdulillah aman ya, maksudnya masih utuh. Mungkin kehabisan oksigen.”

Berada di lantai tinggi tanpa alat bantu napas dan dengan kondisi hamil besar membuat korban tidak mampu melakukan evakuasi mandiri. Asap pekat dalam hitungan menit mampu menurunkan kesadaran sebelum tubuh menyerah.

Akan Dimakamkan di Lampung

Keluarga korban berencana memakamkan jenazah di Lampung, kampung halaman sang istri. Orang tua korban dikabarkan dalam perjalanan menuju Jakarta untuk proses identifikasi serta pemulangan jenazah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X