Gubernur Aceh Ungkap Pilu Kondisi Pengungsi Banjir Bandang: Kelaparan hingga Wilayah Terisolasi, Bantuan Belum Merata

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:13 WIB
Menyoroti penuturan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf terkait kondisi terkini para pengungsi yang terdampak banjir bandang. (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)
Menyoroti penuturan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf terkait kondisi terkini para pengungsi yang terdampak banjir bandang. (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)

Gertak.id – Derita para pengungsi di sejumlah wilayah Provinsi Aceh kian mengiris hati. Setelah banjir bandang dan longsor besar menerjang pada akhir November 2025, ribuan warga hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat, sebagian lainnya terisolasi di pedalaman tanpa pasokan logistik memadai.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 11.00 WIB mencatat 345 jiwa meninggal dunia, sementara 174 warga masih dinyatakan hilang.

“Meninggal dunia 345 jiwa, hilang 174 jiwa, terluka 3,5 ribu jiwa,” tertulis dalam laporan resmi BNPB.

Bencana yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh itu juga menyebabkan lebih dari 115.300 rumah warga rusak berat, ditambah kerusakan pada 704 fasilitas umum, 258 fasilitas pendidikan, dan 312 jembatan yang ikut hancur diterjang arus.

Sederet kerusakan itu menyebabkan sebagian wilayah Aceh kini benar-benar terputus dan tidak lagi bisa dijangkau melalui jalur darat.


Gubernur Aceh: Ada Pengungsi Meninggal Bukan Karena Banjir, Tapi Kelaparan

Secara terpisah, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengungkapkan kondisi memilukan di sejumlah titik pengungsian yang belum tersentuh bantuan.

Dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 5 Desember 2025, Mualem menyebut bahwa sebagian korban jiwa justru meninggal bukan karena terpaan bencana, melainkan akibat kelaparan setelah pasokan logistik tidak kunjung sampai.

“Kondisi pengungsi sangat membimbangkan. Mereka meninggal bukan karena banjir, tapi meninggal karena kelaparan,” ujar Mualem.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan distribusi bantuan menjadi salah satu penyebab utama memburuknya kondisi warga di daerah yang terisolasi.


Keliling Aceh: Temuan Lapangan yang Memprihatinkan

Pada hari yang sama, Gubernur Aceh diketahui berkeliling ke sejumlah titik terdampak untuk memantau langsung proses penanganan bencana.

Dari tinjauan lapangannya, Mualem menyampaikan bahwa kondisi pengungsi di wilayah pedalaman Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, hingga Aceh Tengah benar-benar memprihatinkan.

“Kondisinya sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Di beberapa desa yang terletak jauh dari pusat kabupaten, laporan yang ia terima menyebutkan bahwa belum ada sama sekali bantuan pangan yang masuk sejak hari pertama bencana.

Menurutnya, perbedaan kondisi wilayah antara daerah yang mudah diakses dan yang terisolasi menyebabkan penumpukan logistik di satu titik, namun tidak mengalir ke tempat yang paling membutuhkan.


Sembako Bertumpuk, Pedalaman Belum Tersentuh Bantuan

Mualem menyampaikan bahwa distribusi bantuan harus diprioritaskan ke daerah-daerah pedalaman, mengingat volume logistik yang sebenarnya sudah cukup jika disalurkan merata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X