Minta Pengawasan Diperketat: Peran TNI–Polri Diusulkan
Menghadapi kecurangan yang dianggap semakin kompleks, Syarif mendorong keterlibatan aparat keamanan di sejumlah wilayah yang rawan penyimpangan.
“Mungkin perlu diturunkan petugas TNI dan Polri. Biasanya hanya satu bulan sudah tertib,” ujarnya.
Menurutnya, penempatan aparat secara rotasi dapat menekan praktik pelangsiran dan menghindari potensi kelangkaan BBM di daerah-daerah tertentu.
Peringatan Soal Lobi Ilegal Penambahan Kuota BBM
Dalam rapat tersebut, Syarif juga menyinggung maraknya pihak tertentu—termasuk pelaku usaha—yang mencoba melobi anggota dewan untuk mendapatkan tambahan kuota BBM subsidi.
Ia menegaskan bahwa permintaan resmi hanya dapat diajukan oleh pemerintah daerah, bukan oleh swasta atau pemilik SPBU.
“Yang berhak meminta tambahan kuota adalah pemerintah kabupaten, walikota, atau gubernur,” tegasnya.
Syarif mengingatkan agar tidak ada upaya “menyelonong” atau lobi-lobi tidak resmi kepada Komisi VII demi mendapatkan jatah lebih besar.
“Jangan sampai ada pelaku ritel swasta yang nyelonong ke komite nanti,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kapolri Tanggapi Fenomena Masyarakat Lebih Sering Lapor Damkar Dibanding Polisi : Sekarang Kita Lakukan Perbaikan
Semarak Hari Guru Nasional, PGRI Leuwidamar Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu
Peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025: Kadisdik Sintang Ajak Guru Teguhkan Kembali Panggilan Luhur.