Duh!! Beberapa Motor Mogok Akibat Jalan di Karanganom Klaten Utara Terendam Banjir

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Minggu, 9 November 2025 | 21:31 WIB
Foto: Dok red
Foto: Dok red

Klaten – gertak.id
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, pada Minggu (9/11/2025) sore, menyebabkan drainase meluap dan menimbulkan genangan air di sejumlah ruas jalan.

Akibatnya, beberapa kendaraan roda dua yang nekat melintas mogok karena mesin terendam air.

“Setiap kali hujan deras, air sungai naik dan pasti meluap ke jalan, akhirnya menggenang,” ujar Kusnan Nur, warga Karanganom, saat ditemui di lokasi kejadian.


Air Setinggi 30 Cm, Pengendara Dorong Motor ke Tempat Aman

Menurut Kusnan, genangan air di titik terparah mencapai ketinggian 20–30 sentimeter, atau setinggi lutut anak-anak. Kondisi itu membuat sejumlah motor yang melintas mati mesin dan harus diderek atau didorong ke tempat aman.

“Airnya sampai menyentuh mesin, bahkan masuk ke knalpot. Banyak motor mogok, akhirnya pengendara dorong motornya,” ungkap Kusnan.

Ia menambahkan, sebagian pengendara memilih tidak menerobos genangan dan mencari jalan alternatif yang lebih aman.

“Kalau tetap nekat lewat ya pasti mogok. Makanya banyak yang mutar arah,” katanya.


Warga Minta Pemkab Segera Bertindak

Kusnan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten segera turun tangan mengatasi persoalan banjir langganan ini. Menurutnya, penyebab utama luapan air berasal dari jembatan lama yang posisinya menurun dan kini tidak digunakan lagi, sehingga menjadi tempat penumpukan sampah.

“Jembatan itu sudah tidak dipakai dan posisinya lebih rendah, jadi air tersumbat dan meluap. Kami harap pemerintah bisa memperbaikinya atau membongkar jembatan itu,” pintanya.


Foto:Dok red

Pantauan di lapangan menunjukkan, genangan air terjadi di Jalan Ronggowarsito dan Jalan Candisari, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.
Air menggenang di sepanjang 100–200 meter ruas jalan, membuat arus lalu lintas tersendat. Pengendara yang melintas tampak berhati-hati, sebagian bahkan memutar balik untuk mencari jalur lain.


Pengendara Pilih Putar Arah

Salah satu pengendara motor, Nurul Wahyu, mengaku enggan melintasi jalan yang tergenang air. Ia pernah mengalami kejadian serupa, di mana motornya mogok setelah menerobos banjir.

“Saya tidak berani lewat karena takut mogok. Dulu pernah nekat lewat, akhirnya motor mati,” ujarnya.

Untuk menghindari kerusakan kendaraan, Nurul memilih memutar arah melewati jalur lain meski jaraknya lebih jauh.

“Saya lewat jalan lain, sekitar dua sampai tiga kilometer, yang penting motor aman,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X