Dugaan Manipulasi Data Kompensasi Jadi Pemicu Konflik PLTA Kerinci

Photo Author
Admin GRT, Gertakberita.com
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 01:53 WIB
Dugaan manipulasi data penerima kompensasi memicu konflik PLTA Kerinci. Warga minta Bupati turun tangan menengahi persoalan secara adil.
Dugaan manipulasi data penerima kompensasi memicu konflik PLTA Kerinci. Warga minta Bupati turun tangan menengahi persoalan secara adil.

Kerinci – Konflik antara masyarakat dengan pihak PLTA Kerinci Merangin Hydro kembali mencuat, kali ini dipicu oleh dugaan manipulasi data penerima kompensasi. Informasi tersebut terungkap dari hasil penelusuran awak media dan diperkuat keterangan sejumlah warga.


Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan melalui sambungan telepon pada Kamis (21/8/2025), bahwa terdapat kejanggalan dalam daftar penerima kompensasi.




“Kami mengetahui ada nama yang saat ini berada di Malaysia juga tercatat sebagai penerima kompensasi. Bahkan ada satu orang yang bisa mencairkan kompensasi untuk sepuluh nama. Kami mencurigai adanya permainan data oleh pihak pengelola kompensasi sehingga menimbulkan ketidakadilan. Kami berharap Bupati bisa menengahi persoalan ini dengan adil,” ungkapnya.



Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian kompensasi memang sudah direalisasikan, namun dugaan ketidaktransparanan data menimbulkan gelombang protes dari warga. Tidak menutup kemungkinan aksi masyarakat akan terus berlanjut jika persoalan ini tidak segera diselesaikan secara terbuka.




Baca juga:


Masyarakat Berharap Kehadiran Bupati Bisa Menengahi Konflik PLTA Kerinci



Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Kerinci, dapat turun langsung menengahi persoalan dan memastikan distribusi kompensasi dilakukan secara adil dan transparan.


Di sisi lain, aparat penegak hukum juga diharapkan menjaga situasi agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya korban di kedua belah pihak.(iwan)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Admin GRT

Rekomendasi

Terkini

X