SAMPANG, Gertak.id || Pemerintah Desa Temoran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan pangan nasional kepada 441 keluarga penerima manfaat (KPM), sebagai bagian dari alokasi bantuan untuk bulan Juni dan Juli Tahun 2025.
-
Penyaluran berlangsung di Balai Desa Temoran, dan setiap KPM menerima dua karung beras dengan total 20 kilogram. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan keluarga, khususnya di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
Penjabat Kepala Desa Temoran, H. Syaiful Arief beserta staf desa lainnya, menyampaikan apresiasi atas kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah, penyaluran bantuan pangan kali ini berjalan lancar. Semoga bantuan ini membantu meringankan kebutuhan pokok warga, khususnya untuk stok beras di rumah,” Ujar Syaiful Jumat (08/08/2025).
Warga penerima tampak antusias dengan senyum sumringah saat menerima bantuan dan menyebut program ini sangat membantu, terutama karena harga beras di pasaran masih relatif tinggi.
“Kami bersyukur atas bantuan ini. Sangat membantu, apalagi pengeluaran kebutuhan pokok terus meningkat,” Ujar salah seorang KPM.
Ucapan apresiasi juga terlontar oleh tokoh pemuda Milinial desa Temoran H. Sulaiman pengusaha sukses "Surabaya Tooh" Alhamdulillah masyarakat desa Temoran terbantukan adanya Bantuan pangan dari Pusat yang diakomodir oleh Bulog serta Pemdes yang langsung ke masyarakat tercatat di bulan Juni dan Juli sebanyak 20 kilogram per KK.
"Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa mengurangi pengeluaran belanja dan bermanfaat bagi masyarakat. Sekali lagi saya mewakili warga desa Temoran mengucapkan terimakasih kepada Bpk Presiden H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka," Tegas H. Sulaiman.
-
Program bantuan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang rentan terhadap gejolak harga pangan. (Moch)