PEKALONGAN – Gertak.id | Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Pekalongan menggandeng Pondok Pesantren Mambaul Huda untuk melakukan penanaman jagung di lahan seluas 2 hektar, Kamis (07/08/2025), di Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
-
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., dan dihadiri berbagai unsur Forkompimcam, tokoh masyarakat, dan para santri pondok pesantren.
Sebanyak 30 kilogram benih jagung varietas Maxxi ditanam, didukung 50 kilogram pupuk urea dan 20 karung pupuk kompos. Kerja sama ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang berbasis pada kemandirian lembaga pendidikan keagamaan.
“Penanaman ini merupakan implementasi dari arahan Bapak Presiden RI untuk mengoptimalkan potensi lokal dalam menciptakan ketahanan pangan. Pesantren menjadi pusat pemberdayaan yang bukan hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar AKBP Rachmad.
Kapolres menegaskan, sinergi antara pesantren, kelompok tani, petugas penyuluh lapangan (PPL), dan kepolisian menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia juga memastikan pihak kepolisian akan terus melakukan pendampingan terhadap kegiatan pasca-tanam hingga masa panen.
Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Huda, K.H. Adib Karomi, mengaku terharu atas perhatian dan kehadiran Kapolres bersama rombongan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan bertani adalah bagian dari bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
“Kami tidak menyangka Bapak Kapolres hadir langsung. Ini kehormatan bagi kami. Semoga kegiatan ini membawa manfaat luas, tidak hanya untuk pondok tapi juga untuk masyarakat sekitar,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini:
- Kabag SDM Polres Pekalongan Kompol Guntur Tri Harjani, S.H.
- Kapolsek Kedungwuni Iptu R. Yonanta Edy Pranawa, S.H., M.H.
- Sekcam Kedungwuni Setyawan Perdana, S.STP., M.M.
- Perwakilan Danramil Kedungwuni
- PPL Desa Pajomblangan
- DKPP Kabupaten Pekalongan
- Para santri Ponpes Mambaul Huda
-
-
Kapolres berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tapi juga dapat menjadi model sinergi antara aparat kepolisian dan pesantren dalam membangun ketahanan pangan berbasis lokal.
“Semoga dari ladang ini tumbuh jagung-jagung berkualitas yang dapat menunjang kebutuhan pesantren, sekaligus jadi langkah kecil menuju kemandirian pangan,” tutup AKBP Rachmad.