Pemalang,,Belik, 12 Februari 2025– Pemerintah Desa Kuta Kecamatan Belik menyelenggarakan dua agenda sosialisasi penting di Desa Kuta pada Rabu (12/2/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat, sebagai upaya meningkatkan pemahaman publik tentang program prioritas pemerintah dan antisipasi risiko musim penghujan.
-
Acara pertama di buka oleh Kepala Desa Kuta Darmo dan di lanjutkan oleh Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Belik, Bapak Suwarno, S.H yang mewakili Camat Belik. Sosialisasi ini fokus pada pentingnya inventarisir sertifikasi tanah desa guna memastikan kepastian hukum kepemilikan aset warga. “Dengan proses sertifikasi yang jelas, konflik tanah dapat diminimalisir dan hak warga terlindungi secara administratif,” jelas Suwarno. Warga juga diajak aktif mendata ulang kepemilikan tanah serta mengikuti prosedur pengajuan sertifikat melalui sistem terpadu.
-
Sesi kedua diisi oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Belik, Bambang Martono,S.IP yang juga mewakili Camat. Materi sosialisasi mencakup tiga aspek utama:
1. Budaya Hidup Sehat dan Penanganan Sampah: Masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah organik dan non-organik, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
2. Pembersihan Saluran Drainase: Warga diajak bergotong royong membersihkan selokan dan saluran air untuk mencegah banjir dan genangan saat hujan deras.
3. Kewaspadaan Bencana Alam: Di musim penghujan, pohon besar berpotensi tumbang dan risiko tanah longsor meningkat. Pemerintah desa diminta memetakan titik rawan, sementara warga diimbau melaporkan tanda-tanda darurat seperti retakan tanah atau pohon miring.
“Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci mengurangi dampak bencana. Mari jaga lingkungan dan saling mengingatkan,” seru Bambang Martono,S.IP
-
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Kepala Desa Kuta, Bpk Darmo menyatakan komitmennya untuk segera membentuk tim khusus guna menindaklanjuti rekomendasi dari sosialisasi. “Kami akan mulai dengan kerja bakti rutin dan pendataan titik rawan longsor,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan partisipasi warga, Desa Kuta diharapkan semakin tangguh menghadapi tantangan administrasi tanah serta ancaman alam di musim penghujan.