daerah

Polda Jabar Dorong 134 Hektare Lahan Jadi Mesin Produksi Jagung, Indramayu Jadi Salah Satu Basis Andalan

Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU — Lahan tidur tak boleh dibiarkan menjadi hamparan tanpa nilai. Di tengah dorongan swasembada pangan nasional, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mulai menggeber pemanfaatan lahan secara produktif melalui penanaman jagung serentak Kuartal III 2026 di kawasan Perhutanan Sosial Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Penanaman tersebut bukan sekadar agenda tanam-menanam. Di balik hamparan lahan yang disiapkan, terdapat target lebih besar: memperkuat produksi jagung, menopang kebutuhan pakan ternak, sekaligus memastikan potensi lahan benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sebanyak 134 hektare lahan menjadi bagian dari program ketahanan pangan Kuartal III 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Barat. Indramayu ditempatkan sebagai salah satu daerah andalan bersama Majalengka, Garut, Sukabumi dan Bandung untuk menggenjot produksi jagung.

Kegiatan melibatkan Polda Jabar, Polres Indramayu, DKPP Kabupaten Indramayu, pemerintah desa, kelompok tani dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi penentu apakah program ini mampu bergerak dari seremoni menuju produksi nyata.

Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad menegaskan, penggarapan lahan menjadi bukti keseriusan Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan pemerintah.

"Penggarapan lahan ini menjadi bentuk keseriusan Polri, khususnya Polda Jabar, dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah," kata Fadly Samad.

Indramayu sendiri memiliki posisi strategis dalam agenda tersebut. Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM menyampaikan, sepanjang Januari hingga September 2026, jajaran Polres Indramayu telah mengelola lahan jagung seluas 64,5 hektare.

Dari pengelolaan tersebut, hasil panen yang dilaporkan mencapai lebih dari 47 ribu ton.

"Program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia," ujar Prianggo.

Tak berhenti pada penyediaan lahan, DKPP Kabupaten Indramayu turut memperkuat kelompok tani dengan sejumlah dukungan. Bantuan yang diberikan meliputi alat pemipil jagung, 300 kilogram bibit jagung varietas unggulan, enam ton pupuk, serta dukungan pendukung lainnya.

Bantuan itu diarahkan kepada kelompok tani yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan Perhutanan Sosial. Artinya, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi menjadi bagian dari mata rantai produksi yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat lahan.

Namun, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah kegiatan penanaman selesai. Benih yang ditanam harus dijaga, lahan harus dirawat, produktivitas harus dikawal dan hasil panen harus memiliki kepastian serapan. Tanpa itu, gerakan besar ketahanan pangan berisiko berhenti sebagai kegiatan simbolik yang selesai ketika seremoni berakhir.

Karena itu, sinergi Polda Jabar, Polres Indramayu, Pemkab Indramayu, kelompok tani dan masyarakat menjadi kunci. 134 hektare bukan sekadar angka luasan lahan, tetapi harus dibuktikan dengan produktivitas, panen dan manfaat ekonomi yang nyata.

Dari Blok Bangke, Kecamatan Gantar, pesan program tersebut menjadi terang: lahan harus produktif, petani harus mendapat dukungan, dan ketahanan pangan harus diwujudkan melalui hasil yang bisa dirasakan masyarakat—bukan berhenti di atas kertas.

Terkini