daerah

FKPA Bandung Tegaskan Sungai Sumber Kehidupan di Konferensi Sungai Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:41 WIB
FKPA Bandung Tegaskan Sungai Sumber Kehidupan di Konferensi Sungai Indonesia

 

 

MOJOKERTO, Gertak.id - Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung menegaskan pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan dalam ajang Konferensi Sungai Indonesia (KSI) yang digelar di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, pada 25–27 Juli 2026. Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pegiat lingkungan untuk membahas pengelolaan sungai yang berkelanjutan.

Dalam konferensi tersebut, para peserta menekankan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, melainkan penopang kehidupan, peradaban, dan kesejahteraan masyarakat. Beragam persoalan seperti pencemaran, banjir, kekeringan, hingga pemulihan fungsi sungai menjadi fokus pembahasan guna memastikan sungai tetap memberikan manfaat bagi sektor pertanian, perikanan, air minum, industri, hingga ekowisata.

Kegiatan ini juga mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam restorasi dan konservasi sungai. Selain meningkatkan kesadaran publik, Konferensi Sungai Indonesia diharapkan mampu melahirkan gagasan, jejaring, serta aksi nyata demi mewujudkan sungai yang bersih, sehat, dan lestari sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal FKPA Kabupaten Bandung, Yogi Gunawan, menegaskan bahwa sungai merupakan nadi kehidupan yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi penopang masa depan masyarakat.

"Sungai bukan sekadar aliran air, tetapi sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Menjaga sungai berarti menjaga peradaban, menjaga lingkungan, dan menjaga harapan generasi mendatang," ujar Yogi Gunawan.

Ia menambahkan, upaya pelestarian sungai tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab komunitas pecinta lingkungan. Menurutnya, dukungan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pengelolaan sungai berjalan secara berkelanjutan.

Yogi juga mengajak masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Menurutnya, kepedulian, perubahan perilaku, dan semangat gotong royong menjadi kunci menjaga sungai tetap bersih dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.

"Jangan biarkan sungai tercemar oleh sampah. Mari kita rawat bersama karena sungai adalah sumber kehidupan yang harus tetap bersih, sehat, dan lestari," pungkasnya.

Terkini