GERTAK.ID, BENGKULU - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi dengan Polda Bengkulu melalui audiensi yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Bengkulu, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan komunikasi publik, penanganan hoaks, hingga peningkatan koordinasi pelayanan pengaduan masyarakat.
Audiensi dipimpin Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, bersama jajaran dan diterima langsung Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid. Pertemuan itu juga menjadi ajang silaturahmi setelah Kapolda Bengkulu beberapa bulan terakhir mulai bertugas di Bumi Merah Putih.
Dalam kesempatan tersebut, Nelly menyampaikan komitmen Dinas Kominfotik untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Polda Bengkulu, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi di era digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun penyalahgunaan ruang digital.
"Kami berharap sinergi ini semakin kuat sehingga pemerintah dan kepolisian dapat bersama-sama memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, sekaligus menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan. Selain itu, koordinasi terkait pengelolaan pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR! juga akan terus diperkuat agar pelayanan publik semakin optimal," ujar Nelly.
Selain membahas penguatan komunikasi publik, Nelly mengapresiasi langkah Polda Bengkulu yang menggelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di kawasan Benteng Marlborough pada 1 Juli lalu.
Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut menjadi strategi yang baik untuk memperkenalkan salah satu ikon wisata bersejarah Bengkulu kepada masyarakat luas. Ia juga menilai rangkaian kegiatan berlangsung meriah, khidmat, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
"Pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Benteng Marlborough merupakan langkah yang sangat baik karena tidak hanya menjadi momentum peringatan institusi, tetapi juga turut memperkenalkan salah satu ikon wisata bersejarah Bengkulu kepada masyarakat luas," ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menyambut baik kunjungan Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan kondusif.
Menurut Kapolda, penyebaran hoaks masih menjadi tantangan serius karena dapat memicu keresahan, memecah belah masyarakat, hingga mengganggu stabilitas keamanan. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan Dinas Kominfotik dinilai penting untuk menghadirkan informasi yang benar, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan Polda Bengkulu berkomitmen memberikan perlindungan kepada korban serta menuntaskan setiap perkara secara profesional tanpa pandang bulu.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda menaruh perhatian terhadap kondisi geografis Bengkulu yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. Karena itu, diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat.