daerah

Papan Penunjuk Arah Putussibau–Nanga Dangkan di Desa Bongkong Nyaris Tumbang dan Tertutup Semak Belukar, Pengguna Jalan Prihatin

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:49 WIB


Kapuas Hulu, Kalimantan Barat — Kondisi papan penunjuk arah menuju Putussibau dan Nanga Dangkan yang berada di Desa Bongkong, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, kini menjadi sorotan. Saat awak media melintas di lokasi, terlihat papan penunjuk jalan tersebut dalam keadaan miring hampir tumbang serta tertutup semak belukar yang tumbuh liar di sekelilingnya.


Dari pantauan di lapangan, papan penunjuk arah berwarna hijau itu tampak sudah tidak lagi berdiri tegak sebagaimana mestinya. Tiang penyangga terlihat condong ke samping dan sebagian tertutup rumput tinggi serta tanaman liar yang menjalar hingga menutupi area sekitar papan. Tulisan arah menuju “Putussibau” dan “Nanga Dangkan” masih terlihat,

namun kondisi papan yang miring membuat keberadaannya kurang efektif sebagai petunjuk bagi pengguna jalan.


Keadaan tersebut menimbulkan keprihatinan tersendiri, terutama bagi masyarakat maupun pengendara dari luar daerah yang melintasi jalur tersebut. Papan penunjuk arah sejatinya menjadi fasilitas penting untuk membantu pengguna jalan mengetahui arah tujuan, terlebih di wilayah pedalaman yang memiliki banyak percabangan jalan.


Kurangnya perawatan terhadap fasilitas umum itu dinilai menjadi penyebab utama kondisi papan penunjuk jalan semakin memprihatinkan. Semak belukar yang tumbuh liar di sekitar lokasi juga memperburuk keadaan dan mengurangi jarak pandang pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika cuaca hujan.


“Kalau tidak segera dibersihkan dan diperbaiki, lama-lama bisa roboh total. Padahal papan arah seperti ini sangat penting untuk masyarakat dan pendatang,” ungkap salah seorang warga yang melintas di kawasan tersebut.


Selain mengganggu fungsi utama sebagai petunjuk arah, kondisi papan yang hampir tumbang juga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan. Apabila tiang penyangga roboh ke badan jalan, hal itu berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.


Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun dinas yang membidangi fasilitas jalan dan transportasi. Warga meminta agar dilakukan pembersihan semak belukar secara rutin serta perbaikan terhadap papan penunjuk arah yang mulai rusak dan miring.


Menurut warga sekitar, jalur tersebut cukup sering dilalui masyarakat yang bepergian menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu. Karena itu, keberadaan papan penunjuk arah sangat membantu pengguna jalan agar tidak salah arah ketika melintas di daerah tersebut.


Kondisi fasilitas umum yang terbengkalai seperti ini dinilai mencerminkan kurangnya perhatian terhadap sarana pendukung lalu lintas di daerah. Padahal, papan penunjuk arah memiliki fungsi penting dalam menunjang kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat.


Awak media berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait sebelum kondisi papan penunjuk jalan itu benar-benar roboh dan tidak dapat digunakan lagi. Perbaikan sederhana seperti mengganti tiang penyangga, membersihkan area sekitar, dan melakukan pengecatan ulang diyakini dapat mengembalikan fungsi papan petunjuk arah tersebut.


Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah maupun pihak terkait, masyarakat berharap fasilitas penunjuk arah menuju Putussibau dan Nanga Dangkan di Desa Bongkong, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu dapat kembali berfungsi dengan baik demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Jurnalis Effendy 

Terkini