BENGKULU, Gertak.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu memprioritaskan rehabilitasi Stadion Sawah Lebar menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kualitas sarana olahraga sekaligus mendukung pembinaan atlet pelajar di Provinsi Bengkulu.
Pembahasan rehabilitasi stadion digelar dalam rapat tertutup di ruang kerja Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Senin pagi (18/5/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Nopri Walihan, Ketua KONI Bengkulu Teuku Zulkarnain, Kepala BKAD Tommy Irawan, serta perwakilan Dinas PUPR.
Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan Stadion Sawah Lebar menjadi salah satu fasilitas olahraga prioritas karena tingkat aktivitas masyarakat yang cukup tinggi setiap harinya.
“Pemprov Bengkulu meminta Dinas PUPR segera melakukan rehabilitasi Stadion Sawah Lebar karena menjadi prioritas utama. Stadion ini setiap hari digunakan masyarakat, khususnya anak muda, untuk kegiatan olahraga,” ujar Herwan Antoni.
Ia menjelaskan proses rehabilitasi akan disesuaikan dengan mekanisme dan kemampuan anggaran daerah. Dinas PUPR nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga terkait kebutuhan fasilitas yang harus segera diperbaiki.
Herwan menargetkan pengerjaan rehabilitasi stadion dapat dimulai tahun ini dan selesai sebelum pelaksanaan POPDA berlangsung.
“Kami berharap rehabilitasi Stadion Sawah Lebar bisa dilaksanakan tahun ini sehingga sebelum POPDA dimulai, kondisi stadion sudah lebih baik sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.
Selain Stadion Sawah Lebar, Pemprov Bengkulu juga menyoroti sejumlah fasilitas olahraga lain yang membutuhkan perbaikan. Di antaranya Gedung Olahraga (GOR) voli dan bulu tangkis yang hingga kini pembangunannya belum rampung, serta beberapa sarana olahraga lain yang rutin dimanfaatkan masyarakat.
Herwan Antoni menambahkan pihaknya telah meminta Dinas Pemuda dan Olahraga mendata seluruh fasilitas olahraga yang membutuhkan rehabilitasi agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah.
“GOR voli dan bulu tangkis masih membutuhkan penyelesaian pembangunan. Selain itu, ada sejumlah fasilitas olahraga lain di kabupaten dan kota yang juga perlu perawatan dan rehabilitasi,” tutupnya.