Gertak.id | Indramayu - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Indramayu menyampaikan Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Namun lebih dari sekadar ucapan, momentum ini menjadi tamparan keras bahwa masih banyak pekerja yang belum sepenuhnya merasakan keadilan.
Di balik gemuruh pembangunan, ada keringat buruh yang kerap tak dihargai layak. Upah yang ditekan, perlindungan yang lemah, hingga hak yang masih dinegosiasikan—ini bukan cerita lama, tapi realita yang terus berulang.
Ketua IMI Indramayu, Andry Dry menegaskan, Hari Buruh bukan panggung seremoni. Ini adalah hari perlawanan terhadap ketidakadilan. Jika buruh terus dipinggirkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kesejahteraan, tapi juga kemanusiaan.
Tidak boleh lagi ada kompromi terhadap hak dasar pekerja. Upah layak, jaminan keselamatan, dan kepastian kerja adalah harga mati. Negara, perusahaan, dan semua pemangku kepentingan harus berhenti menutup mata.
Ketua IMI Indramayu, Andry Dry berdiri bersama buruh—bukan sekadar memberi ucapan, tapi mendukung perjuangan agar suara pekerja benar-benar didengar, bukan dibungkam.
Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026.
Jika keadilan masih ditunda, maka perjuangan tidak boleh berhenti.