Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 643 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta elemen masyarakat lainnya.
Melalui simulasi ini, para personel diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam setiap tahapan penanganan situasi, termasuk saat menghadapi aksi unjuk rasa.
Dalam pelaksanaannya, ditampilkan berbagai skenario yang kerap terjadi di lapangan, mulai dari pengamanan aksi massa, perlindungan objek vital, hingga penanganan kerusuhan.
Selain itu, simulasi juga mencakup evakuasi korban, pengendalian massa, serta penggunaan peralatan Dalmas dan kendaraan taktis yang dilakukan secara terstruktur.
Kegiatan ini mendapat perhatian dari para peserta dan undangan yang hadir, karena memberikan gambaran langsung mengenai prosedur penanganan situasi darurat.
Kapolres berharap melalui kegiatan ini, sinergi antarinstansi dapat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar tetap merasa aman dan terlindungi,” pungkasnya.