PEKALONGAN, KOMPAS — Seorang pemuda berinisial S (30), warga Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, diamankan jajaran Satreskrim Polres Pekalongan saat diduga hendak menjual obat mercon di Terminal Bus Kajen, Kamis (19/2/2026). Saat ditangkap, S diduga tengah menunggu calon pembeli.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, penindakan bermula dari informasi masyarakat mengenai seseorang yang menguasai bahan peledak berupa bubuk petasan di area terminal.
“Benar, anggota Satreskrim telah mengamankan seorang pria berinisial S, warga Kandangserang. Yang bersangkutan diduga hendak melakukan transaksi obat mercon,” kata Warsito, Sabtu (22/2/2026).
Dari hasil penyelidikan, petugas mengamankan satu bungkus plastik transparan berisi obat mercon warna silver seberat 1,3 kilogram. Polisi menduga pelaku saat itu sedang menunggu pembeli untuk melakukan transaksi.
Selain itu, aparat turut menyita enam bungkus plastik transparan masing-masing berisi paket obat mercon, obat sumbu, dan kertas sumbu warna putih dengan berat masing-masing sekitar 1,2 ons. Petugas juga menemukan 13 bungkus plastik berisi obat sumbu mercon dengan berat total 2 ons, tiga lembar kertas sumbu mercon, serta satu bungkus plastik berisi 367 gram bubuk booster klengkeng.
Barang bukti lain yang diamankan antara lain dua bungkus plastik berisi aluminium powder dengan berat total 74 gram, satu kantong plastik ungu berisi bubuk herbal seberat 395 gram, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk meracik bahan peledak.
Menurut Warsito, modus yang dilakukan terduga pelaku adalah membuat dan menjual bahan peledak atau obat mercon untuk memperoleh keuntungan. Saat ini, S beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Pekalongan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi, menyimpan, maupun memperjualbelikan bahan peledak secara ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.