TEGAL –Rencana pelaksanaan Kirab Budaya Kota Tegal yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, menjadi perbincangan di media sosial.
Kegiatan yang mengusung tema “Geol Mempesona, Tegal Mendunia” itu menuai beragam respons dari warganet.
Polemik muncul setelah beredarnya informasi bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan keterlibatan unsur Pemerintah Kota Tegal dalam agenda tersebut.
Berdasarkan dokumen undangan yang beredar, kegiatan itu turut melibatkan jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Tegal.
Surat undangan tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Tegal tertanggal 13 Februari 2026 dan ditujukan kepada sejumlah pejabat di lingkungan pemkot.
Beberapa agenda yang tercantum dalam kegiatan antara lain senam bersama serta pertunjukan Tari Geol Tegal.
Kirab budaya ini juga mendapat perhatian dari sejumlah pegiat seni dan pemerhati kebudayaan di Kota Tegal.
Salah satunya Lutfhi AN atau Abas Nakhrawi, penulis esai dan pegiat seni setempat.
Ia menilai pemerintah daerah perlu menjaga prinsip netralitas institusi dalam kegiatan yang melibatkan unsur partai politik.
Menurutnya, keterlibatan aparatur pemerintah dalam agenda yang dikaitkan dengan partai politik berpotensi menimbulkan persepsi publik tertentu.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan kebudayaan tidak dimaknai sebagai ruang kepentingan politik praktis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Tegal terkait polemik yang berkembang di media sosial.
Pihak penyelenggara kegiatan juga belum memberikan penjelasan tambahan mengenai format kerja sama yang dimaksud.