Gertak.id | SEMARANG – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan membentuk Unit Reaksi Cepat untuk penanganan pengaduan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan yang menempatkan pelanggan sebagai mitra sekaligus sahabat perusahaan.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan, mengatakan unit reaksi cepat dibentuk untuk memastikan setiap keluhan pelanggan dapat ditangani secara lebih sigap, terukur, dan solutif.
“Respons kami sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Sekarang kami tingkatkan lagi menjadi unit reaksi cepat, sehingga pelayanan bisa lebih tanggap dan solusi bisa segera diberikan kepada pelanggan,” ujar Ady Setiawan yang akrab disapa Wawan, Senin (19/1/2026).
Menurut Wawan, perubahan pola pelayanan tersebut berangkat dari komitmen manajemen bahwa pelanggan bukan sekadar pengguna jasa, melainkan sahabat yang harus dilayani secara terbuka dan bertanggung jawab. Prinsip transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan Perumda Tirta Moedal ke depan.
“Setiap rupiah yang pelanggan bayarkan akan kami pertanggungjawabkan. Penggunaannya akan kami transparansikan. Kalau memang cukup, kami sampaikan cukup. Kalau belum cukup, kami akan meminta solusi bersama pelanggan,” jelasnya.
Wawan juga menegaskan bahwa keuntungan Perumda Air Minum Tirta Moedal tidak dinikmati oleh direksi maupun pegawai. Seluruh laba perusahaan disetorkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung pembangunan Kota Semarang.
“Keuntungan Perumda tidak masuk ke kantong direksi atau pegawai. Semua kami setorkan ke PAD dan kembali lagi untuk membangun Kota Semarang,” tegasnya.
Selain itu, ia memastikan berbagai program kerja sama dengan lembaga internasional yang telah berjalan akan terus dilanjutkan. Wawan mengapresiasi kinerja jajaran direksi sebelumnya yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat bagi pengembangan perusahaan.
“Kami hanya melanjutkan perjuangan direksi-direksi sebelumnya. Banyak program bagus yang sudah dirintis dan akan kami teruskan demi keberlanjutan Perumda,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga mengungkapkan rencana besar pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Timur yang akan memanfaatkan Bendung Jeragung, fasilitas dari pemerintah pusat.
“SPAM Semarang Timur sedang kami siapkan. Sumber air dari Bendung Jeragung sudah ada, tinggal bagaimana kesiapan PDAM untuk mengakses dan mengelolanya,” katanya.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, PDAM Tirta Moedal membuka berbagai opsi pembiayaan, mulai dari pinjaman pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga skema kerja sama business to business dan joint venture.
“Kami kaji mana yang paling visibel, tidak memberatkan pelanggan, dan memiliki umur ekonomis panjang. Tahun ini sudah mulai kami lakukan sosialisasi dan persiapan langkah-langkahnya,” ungkapnya.